"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Minggu, 04 Maret 2012

Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas Ibadah





HATI itu bersifat muqalib, artinya yang berbolak-balik. Kadang kita terkondisi dalam keimanan yang baik, membuat jiwa terasa segar ceria. Beramal pun terasa begitu mudah. Namun sering juga hati kita terasa pepat, sempit, dan suntuk sehingga beramal apa pun terasa susah.

Agar hati senantiasa dalam keadaan baik maka aktivitas ibadah khusus maupun ibadah umum harus dijaga kualitasnya, ditingkatkan kuantitasnya, dan dipelihara kesinambungannya. Sebab kondisi hati sangat menentukan seluruh penampilan intelektual (akal) kita lho..! Orang yang cerdas sekalipun kalau tersinggung, cepat marah, atau gampang meledak, jadi kelihatan tidak intelek, kan?

Bahkan dengan kondisi emosi seperti itu, seorang yang paling cerdas sekalipun bisa kehilangan kesempatan untuk meraih prestasi, lho..! Haaah, yang bener?!! Coba aja ingat-ingat sekelilingmu atau terusin dulu deh ngebacanya, oke! Lanjuttt! Pernah nonton film Dead Poet Society? Di film itu digambarkan seorang remaja yang sangat cerdas, IQ-nya tinggi, bersekolah di sekolah favorit, tetapi bunuh diri dengan cara menembak batok kepalanya sendiri, karena orang tuanya melarangnya berkesenian dan bermain drama. Tragis bukan?

Orang ganteng juga kalau lagi jutek pasti hilang gantengnya. Ups, jangan percaya kalau ada yang ngerayu kita. Terutama para cewek, “kamu kalau lagi manyun tambah cakep lho!” Itu sih rayuan gombal. Logikanya begini, kalau lagi suntuk dibilang begitu, pasti kita akan ke ge-eran, terus tersenyum lebar. Jadinya kita terlihat cakep,. Yang bikin cakep itu senyumnya, bukan juteknya. Begitu chu, Non! (yang cowok lagi-lagi dilarang ngiri!). Nah, mumpung sebentar lagi Ramadhan, yuuk, kita bersemangat untuk beribadah (sebab banyak temannya, iya kan.. hayooo ngaku!).

Agar hati tetap terjaga dan seluruh penampilan kita tetap oke. So, setelah Ramadhan ini, kita tidak boleh lantas bersorak : Horeee..! Bulan puasa habis, yuk kita ramai-ramai makan yang banyak..., dan balik lagi nggak rutin sholat atau nggak usah ngaji. Ih, nggak boooleh dong! Kita harus tetap menjaga kelangsungan ibadah kita seperti di bulan Ramadhan. Itulah sebabnya ada puasa sunah Syawal.

Setelah Ramadhan, kita memiliki tugas untuk meneruskan ibadah yang berkualitas. Minimal tetap sholat tepat pada waktunya, tetap membaca Al-Quran dengan rutin, tetap qiyamullail pada waktu-waktu tertentu, tetap bersedekah, dan tetap bergaul dengan orang yang saleh sehingga benar-benar menjadi manusia baru.

Menjadi manusia yang sadar dirinya senantiasa dalam penglihatan Allah sehingga hubungan kita menjadi hubungan yang mesra dan penuh cinta. Seperti firman Allah SWT dalam Hadist Qudsi Nya, Allah berfirman, “langit dan bumi tidak mampu meliputi-Ku, tetapi kelembutan hati hamba-Ku yang beriman mampu melingkupi-Ku.”  


sumber : Be New You (Jurus Biar Gak Jutek) Izzatul Jannah, Eureka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar