"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Tampilkan postingan dengan label MIMBAR AKHWAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIMBAR AKHWAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

13 Kata JANGAN MENUNGGU yang perlu dihindari




Bismillah..
13 Kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari :

  1. Jangan menunggu bahagia kamu baru  tersenyum, tapi tersenyumlah maka kamu akan bahagia.
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah maka kamu semakin kaya.
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah maka kamu akan termotivasi.
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain maka kamu akan dipedulikan orang.
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu maka orang itu paham dengan kamu.
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
  7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah maka projek akan menunggumu.
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai maka kamu akan dicintai.
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang tapi hiduplah dengan tenang, Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
  10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
  11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka bertambah kesuksesanmu.
  12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah maka kamu pasti bisa! 
  13. Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Al Qur'an, tapi luangkan waktu untuk membaca Al Qur'an,





sumber : tausyah grup WA




Kamis, 04 Juni 2015

Allahumma Ya Muqollibal Quluub



by : reza putra

Kemarin iseng bolak-balik buku album kenangan SMA, lihat wajah-wajah kawan di masa lalu, and tentunya penampakan saya sendiri yang ternyata (baru nyadar eeeuy.!!) kalau tak lebih ganteng dibanding wajah saya di masa sekarang ini, hehe.. Di bagian bawah foto ada catatan dari masing-masing alumnus, ada yang bilang “tetep semangat teman-teman”, atau “miss u all”, ada juga yang nulis “ayo reuniaaan.!!”, dan masih banyak lainnya. Nah, mau tahu yang saya tulis?? (hehe.., mau kan ya?? Udah ah mau aja ya..!! ^^). Yups, mungkin berbeda dengan yang lainnya, saat itu saya ngasih catatan sebuah doa yang berbunyi : “Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Qolbii ‘Alaa Diniik.”

Artinya kurang lebih : “Wahai (Allah) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati-ku ini selalu di atas agama-Mu.” Ini adalah salah satu doa yang sering dibaca Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwasalam seperti diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ahmad.

Saya ingat betul alasan menuliskan doa itu di album kenangan, tidak lain & tidak bukan adalah supaya “jalan kebaikan” yang Allah swt tunjukkan saat di ROHIS SMA lalu masih bisa bertahan sampai kapanpun juga. Dan setelah membiasakan doa ini di setiap b’da sholat, Alhamdulillah it’s work..!! Beneran ndak nyangka, meskipun sudah 5 tahun lalu lulus dari SMA, sampai sekarang saya masih diperkenankan Allah Subhanahuwata’ala berhubungan sangat baik dengan ROHIS SMAN 4 Surakarta, sebagai alumni, sebagai sahabat, sekaligus sebagai pembina mentoring di sana.

Jujur saja sampai sekarang saya masih heran seheran herannya. Saya yang ahli maksiat ini kok ya masih saja diamanahi Allah Subhanahuwata’ala untuk membersamai ROHIS SMAN 4 Surakarta, juga di masjid Al-Muk tercinta. Saya jadi berpikir, mungkin saja doa inilah yang selama ini menjadi tali pengikat, yang mengekang kita untuk terus berada di jalan kebaikan, di jalurnya Allah swt. Terus mengikat tanpa peduli bagaimanapun kondisi kita, sedang dalam keimanan yang yazidu (bertambah / tinggi) atau yankusu (berkurang / rendah).

Ya kawan, doa ini sangat penting banget. Sekali lagi, pentiiiiiiing bangeeet..!! Why.?? Karena -mau gak mau- kita harus yakin bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia, ntah menjadikan hati manusia itu condong pada kebaikan atau justru keburukan. Yang menentukan hati kita ini mau ke mana sungguh bukan kita sendiri, bukan siapapun juga. Allah-lah yang berkuasa, kita tiada berdaya apa-apa.

So kawan, yang sekarang ini lagi ada di masa suram misal, jadi ahli maksiat, sulit berbuat baik, selalu saja dilanda kecemasan & kekhawatiran, merasa putus asa dengan diri sendiri yang sulit untuk diajak jadi baik. Jangan lupa banyak-banyakin berdoa. In.sya.Allah doa ini akan mengikat kita dengan kebaikan, semakin intens berdoa semakin terikat, dan tak bisa lepas lagi dari kebaikan.

Atau yang saat ini sedang mendapati keluarga, sahabat, teman, atau kerabatnya, sedang dalam keadaan tidak baik, sulit diajak baik, orangnya menjengkelkan, sering berbuat onar, atau susah banget dinasehati. Jangan juga menyerah, apalagi putus asa. Banyak-banya orang tadi kita doa-in. Ingatlah kalau mudah sekali bagi Allah swt membalikkan hati yang jahat sekali, menjadi hati yang baik sekali, contohnya kisah Umar bin Khatab ra dikala mendapat hidayah, sungguh kisah yang luar biasa dahsyatnya.

Juga yang saat ini sedang merasa diri maupun keluarga, kerabat, atau kawannya dalam kondisi baik, berada di jalan kebaikan, beribadah gampang, berbuat baik mudah, beramal kayak makanan tiap hari, hehe... Juga jangan sampai (bener-bener jangan sampai ya >_<), -peh sudah merasa baik- terus jadi enggan, males-malesan, tidak butuh berdoa. Justru orang-orang kayak ginilah yang harusnya banyak-banyak berdoa. Soalnya jelas kan, bakalan banyak syaitan yang akan menjatuhkan & menjerumuskan, & kalau syaitan-syaitan ini sampai berhasil, alhasil hidup orang yang bersangkutan bakal berakhir dalam kemaksiatan. Naudzubillah kan broo? Pokoknya jangan sampai kejadian sama kita!!

So.., masihkah ada keraguan? Masih enggan & malas kah kita membaca doa sederhana ini.?? Demi menggapai surga-Nya & bertatap muka langsung dengan-Nya, ndak ada kata malas lah yaw..!! In.sya.Allah.. ^_^


“Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Qolbii ‘Alaa Diniik. (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati-ku ini selalu di atas agama-Mu).”






Minggu, 17 Mei 2015

"Sholat" di mata Rasulullah dan Para Sahabat



Salah satu hikmah terbesar terjadinya Isra’ Mi’raj adalah diturunkannya wahyu / perintah Sholat Wajib 5 Waktu bagi umat muslim. Uniknya, perintah sholat ini adalah satu-satunya wahyu Allah SWT yang diturunkan secara langsung kepada Nabi Muhammad saw. tanpa perantara malaikat Jibril. Lantas, seberapa istimewanya-kah perintah sholat ini sampai-sampai Allah SWT menyampaikannya langsung kepada Rasulullah? Lewat pembahasan “Sholat ala Rasulullah, para sahabat, & ulama shalih” yang saya ambil dari buku Hayya ‘Alaa Shalah  berikut semoga bisa menjadi gambaran betapa istimewanya Rasul dan para sahabat memperlakukan ibadah sholat.

*****

Aisyah ra. bercerita, “Rasulullah saw. sering berbincang-bincang dengan kami, tetapi jika tiba waktu sholat, beliau akan pergi seolah-olah tidak kenal dengan kami. Beliau benar-benar akan menyibukkan dirinya dengan Allah SWT.”

Aisyah ra. juga pernah berkata, Rasulullah saw. bangun untuk sholat malam, sehingga pecah-pecah kakinya. Maka saya bertanya, “Mengapakah kau berbuat demikian ya Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang kemudian?” jawab Nabi saw., “Tidakkah layak aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Di dalam kitab  Bahjatun Nufus diceritakan tentang seorang sahabat Rasulullah saw. yang sedang sholat tahajud dan melihat seorang pencuri yang datang mencuri kudanya, tetapi beliau tidak menghentikan sholatnya. Keesokan harinya orang-orang bertanya, “Mengapa tidak anda tangkap pencuri itu?” Beliau menjawab, “Sholat yang sedang kau kerjakan itu lebih berharga daripada kudaku.”

Ada satu kisah menegani sahabat Ali ra. yang sangat masyhur, ketika beliau terkena anak panah di pahanya dalam suatu peperangan, dan anak panah tersebut dikeluarkan ketika beliau sedang sholat. Awalnya orang-orang berusaha untuk mengeluarkan anak panah tersebut, tetapi tidak dapat dicabut walaupun sudah berulang kali dicoba. Karena rasa sakit yang beliau derita,  di antara para sahabat kemudian bermusyawarah dan mengambil keputusan bahwa anak panah akan dicabut ketika beliau sedang sholat. Maka ketika beliau sedang sholat dan sedang sujud,  orang-oorang berusaha mencabut anak panah tersebut dengan sekuat tenaga. Setelah selesai sholat beliau melihat orang-orang berkumpul di sekelilingnya. Beliau bertanya, “Apakah kalian berkumpul untuk mencabut anak panah ini?” Ketika beliau diberitahu bahwa anak panah itu sudah dicabut, beliau mengatakan bahwa beliau tidak merasakannya sewaktu anak panah tersebut dicabut.

Masih tentang Ali ra., jika waktu sholat telah tiba, air mukanya akan berubah, tubuhnya akan bergetar. Seseorang bertanya kepada beliau tentang penyebabnya. Beliau menjawab, “Sekarang waktunya untuk menunaikan amanat yang langit dan bumi tidak mampu untuk memikulnya, begitu pula gunung-gunung. Saya pun tak tahu, apakah saya mampu untuk menunaikan (sholat).”

Umar bin Khatab ra. dalam sholat-sholat subuhnya selalu membaca surat-surat Al-Quran yang panjang-panjang. Kadang-kadang beliau membaca surat Al-Kahfi, Thaha, dan surat lainnya. Ia membaca Al-Quran sambil menangis terisak-isak sehingga suara tangisnya terdengar hingga beberapa shaf ke belakang. Demikian pula dalam sholat-sholat tahajudnya, kadang-kadang beliau terus membaca surat Al-Quran sambil menangis sehingga terjatuh dan sakit.

Abu Ubaidah bin Jarrah ra. pernah mengimami sholat dan setelah selesai beliau berkata kepada jamaahnya, “Syaithan telah menggodaku. Di dalam hatiku dimasukkan olehnya perasaan bahwa sayalah yang paling bagus di antara kalian. (Oleh karena itu), saya tidak akan sholat mengimami kalian lagi, untuk yang akan datang.”

Masih banyak lagi kejadian dan kisah-kisah mengenai sholat Rasulullah saw. dan para sahabat, serta orang-orang shalih setelah masa para sahabat yang tidak dapat dituliskan satu persatu di buku ini.

Hakikat kita sholat adalah kita sedang bercengkerama dengan Allah SWT, berbincang-bincang dengan-Nya. Namun bila kita lalai dalam sholat kita, maka sama saja seperti kita berbicara tanpa kita tahu apa yang sedang kita bicarakan kepada Allah SWT. Sehingga sholat pada akhirnya haya menjadi kebiasaan saja, dan perbuatan kita tidak sesuai dengan lafadz-lafadz dalam bacaan sholat kita. Sepertihalnya saat kita mengigau dalam tidur maka orang lain akan mengacuhkan kita, begitu pula dalam sholat yang penuh kelalaian maka Allah SWT akan mengacuhkannya. Sholat yang tidak benar, tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tidak akan memberikan manfaat apa-apa untuk kita. Allah SWT pun akan berpaling dari kita. Untuk itu sangatlah penting bagi kita mengerjakan sholat dengan penuh perhatian dan menyesuaikan tingkah laku kita dengan semua kata-kata yang kita ucapkan dalam sholat.



sumber buku : Hayya ‘Alaa Shalah (2007), hal: 260-263_ DR. H. Muh. Mu’inudinillah Bashri, MA., dkk_ Surakarta: Indiva Publishing





Selasa, 28 April 2015

Melepas Suami Pergi Mencari Nafkah




“Bun, pergi yah…”,  teriak ayah di belakang motornya yang sudah siap melaju.

“Iya, ati-ati…!!”, teriak bunda tak kalah keras sambil terus melanjutkan cucian piringnya yang belum selesai.

Kok mirip dengan kejadian tiap pagi di rumahku yah?, hehe… Tapi itu masih lumayan dibanding yang berikut :


“Lho ayah kemana, kok sudah nggak ada?” tanya Bunda ke kakak yang sedang asyik main boneka. 

“Kayaknya sudah berangkat deh Bun, waktu Bunda lagi cuci baju di belakang” jawab kakak.

Hmm… jadi penasaran, apa yang dilakukan Rasulullah ketika pergi meninggalkan rumah?


‘Aisyah berkata : “Rasulullah menciumku, kemudian beliau pergi ke mesjid untuk melakukan shalat tanpa memperbarui wudhunya” (HR Abdurrazaq, Ibnu Majjah, Aththabrani, dan Daraqutni)

Sebelum meninggalkan rumah, tak lupa Rasulullah berdoa :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”

Dilanjutkan dengan doa ini :

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـل ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَل ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـم ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيّ
 “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilkan orang lain.”


Masya Allah….

Ternyata begitulah cara suami meninggalkan istrinya di rumah...

Sungguh indah, penuh kesan...

Mencium dan mendoakan. Mudah dan sederhana, tapi dalam maknanya...

Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Sebagaimana kita tahu, melepas suami pergi bekerja itu adalah sama dengan melepas suami pergi berjihad.

Apakah kenangan saling berteriak itu yang ingin kita kenang dalam melepas kepergian suami?


Atau kenangan suami “hilang” begitu saja tanpa pamit?

Tentu tidak. Sepanjang sisa hari, sang istri akan teringat ciuman di kening yang romantis… Ah… membayangkan saja sudah tersenyum...

Suami pun pergi tenang dengan membawa bau wangi rambut istrinya. Plus bonus senyuman terindah yang diberikan sang istri tercinta yang melepas kepergiannya di depan pintu rumah.

Dalam doa yang dipanjatkan, ada makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Menitipkan anggota keluarga yang dicintai hanya kepada Allah. Memohon perlindungan bagi fitnah dunia yang mungkin terjadi.


Suami : Cium kening dan doakan istri tercinta…

Istri : Antarlah suami hingga ke pintu depan. Lepas kepergiannya dengan mengamini doanya dan berikan senyuman terindah...

Masya Allah, indahnya keluarga sakinah mawaddah warrahmah, aamiin... ^_^





sumber : Tausyah grup WA




Senin, 13 April 2015

Hadapi Hidup dengan Istighfar




Logika sederhana tentang masalah hidup yang kita hadapi...


Jika sedang mengendarai mobil, hujan turun deras hingga kaca depan kotor penuh pasir dan lumpur sedang wiper mobil tidak berfungsi. Dalam keadaan ini kita pasti akan gelisah karena tidak bisa melihat jalan di depan meski sebenarnya jalan itu ada. Namun tak terlihat oleh kita. Kalau seperti itu, lantas apa yang menjadi prioritas kita ? 


1. Apakah sibuk memikirkan jalan yang tak terlihat ? 
2. Atau sibuk membersihkan kaca agar jalan dapat terlihat ? 


Tentu jawabannya yang kedua ialah sibuk membersihkan kaca dahulu agar jalan dapat terlihat, meskipun tidak sedikit dari kita yang lebih memilih jawaban yang pertama.


Nah, sahabat...banyaknya kesulitan hidup yang kita hadapi ibarat lumpur dan pasir yang melekat di kaca depan mobil, jika tidak dibersihkan dahulu kaca mobil kita maka kita pasti tidak akan bisa melihat jalan. Begitu pula masalah hidup, jika kita tidak sibuk untuk membersihkan jiwa dan pribadi kita dahulu, maka jalan keluar dari masalah juga pasti tidak akan kelihatan meskipun setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.


Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)


Makanya, jangan pusing memikirkan masalah dan beban hidup...karena semuanya ada jalan keluarnya, cepat-cepatlah beristigfaar sebab dosa dan kesalahan adalah pengundang masalah dan kecemasan.


Sebaliknya, Istigfaar adalah shortcut bagi siapapun yang ingin mendapatkan jalan keluar dari masalah hidupnya, tidak hanya itu ia juga akan menghadapi hidup dengan ketenangan dan rezeki yang tak diduga datangnya. Sungguh kenikmatan yang luar biasa...



  by : Abu Aqilah Althofunnisa. Lc (sumber : tausyah grup WA)







Sabtu, 04 April 2015

Mari Merenungi Hakekat Hidup Ini




Setiap hari sebenarnya semua orang selalu mendapatkan MUSIBAH, namun seringkali dia tidak menyadarinya, apalagi mengambil pelajaran darinya.

****

--Musibah pertama: “Umur yg terus berkurang”

Ironisnya pada hari ketika umurnya berkurang, dia tdk sedih karenanya, tapi apabila uangnya berkurang, dia bersedih.. padahal uang bisa dicari lagi, sedangkan umur tidak mungkin dicari gantinya.

****

--Musibah kedua: “Setiap hari dia memakan dari rezeki Allah”

Bila rezeki itu haram; dia akan disiksa karenanya.. dan bila rezeki itu halal; dia tetap akan dihisab untuk mempertanggung jawabkannya, dan dia tidak tahu apakah dia akan selamat dlm hisab itu atau tidak.

****

--Musibah ketiga: “Setiap hari, dia semakin mendekat kepada akherat, & semakin menjauh dari dunia”

Meskipun begitu, dia tidak memperhatikan akheratnya yang kekal sebagaimana dia memperhatikan dunianya yang fana... padahal dia tidak tahu, pada akhirnya nanti akankah dia akan ke surga ataukah ke neraka.

****

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia, sebagai tujuan terbesar hidup kami dan tujuan akhir ilmu kami..”

“Ya Allah..  Hindarkanlah kami dari neraka-Mu, dan jadikanlah rumah abadi kami adalah surga-Mu, amin..”



oleh : Al Ustadz Musyaffa' Addariny, MA. (sumber : tausyah grup WA)




Kamis, 02 April 2015

Ajarkan Diri Doa





by : Ust. Yusuf Mansur

Sekarang jangankan ngajar anak-anak. Ngajar diri sendiri aja engga..

Sakit kepala, langsung ngandelin obat. Sakit perut, langsung nyari obat. Ga ngandelin doa. Minimal ga doa dulu. Harusnya.?

Peganglah dulu kepala. Baca Faatihah, syukur-syukur 7x, baca shalawat, doa, sambil mejemkan mata. Terus istighfar, minta ampun. Mana tau sakit kepala sebab jarang sujud..

Sakit perut, usap dengan shalawat. Maksudnya, sambil baca shalawat. Istighfar, siapa tau ada makanan-makanan haram masuk. Doa, supaya diredakan Allah sakit perutnya, diringankan, dan diampuni Allah sebab penyakit ini diterima dengan ikhlas..

Obat.? Berobat.? Barangkali tetap perlu. Silahkan. Tapi ajarkan diri berdoa. Ajarkan diri mendekat ke Allah. Ketergantungannya jangan ke selain Allah..

Pengen rumah, mobil, motor, yang dicari? Duit. Yang dicari.?

Leasing. Kredit. KPR. Bank. Yang ada di otak, ngutang. Yang dikenal, pertolongan manusia. Yah, barangkali kalau emang harus berhutang, berhutang dah kaliiii..

Taaappppiii, mbok ya, nomor satu doa dulu, doa lagi, doa teruuuusss. Sabarin diri. Sabarin diri u/ minta dulu sama Allah. Dan jangan on off doanya. Terus-terusan..




Alhamdulillah ^^ tausyah teramat sangat bermanfaat dari http://yusufmansur.com/ajarin-diri-doa/




Kamis, 12 Maret 2015

Gombalan Abi untuk Umi (^_^)




Awal : >_< " La yukallifullohu nafsan illa wus'aha "....

Edisi Rehat...senyum simpul

Abi. : "mi,, jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat abi aja." 
Umi : "loh kenapa bi?" 
Abi: "takut dikerubungi semut,, soalnya umi manis."
(ajiibb..)

Abi : "mi,, orangtua umi dulu pengrajin bantal ya?" 
Umi : "hah?! Bukan, kan abi tahu pensiunan PNS, kenapa bi? " 
Abi : "kok kalo deket umi rasanya nyamaaan." 
(Hajarrrrr blehh) :D

Abi : "umi itu seperti sendok." Umi : "kenapa?" 
Abi : "karena umi terus mengaduk-aduk perasaan abi." yiihaaaa :D
Umi : "abi, kalo ibu kamu & aku tenggelam barengan, siapa yg kamu tolong?" 
Abi : "ya ibuku lah,, emang kamu yg lahirin aku?" 
Umi : "ih kamuuu." 
Abi : "iyaa,,tapi habis selamatin ibuku,, aku akan tenggelam bersama kamu." 
Prikitiw :D

Abi : "hmm,, maaf yaaa, belakangan ini tangan abi agak kasar." 
Umi : "ahh,, gpp kookk,, emangnya kenapa?" 
Abi : "soalnya tiap hari abi jadi kuli." 
Umi : "yang bener bi, dimana? " 
Abi : "di hati kamu say, abi sedang buatin istana cinta buat kita berdua." 
(Hahahha, ampunnnn) :D

Abi : "sayaaanngggg, ayahmu  astronot yaaa,,,." 
Umi : "nggak kookk." 
Abi : "kalo gitu pasti kakek kamu." 
Umi : "nggak jugaa." 
Abi : "trus yg astronot siapa?"
Umi : "nggak adaaa." 
Abi : "tapi koq ada berjuta2 bintang di mata kamuuuu,,." 
(assyeEeek) :D

Abi : "umii sayyaang..,, kamu capek yaaa,,." 
Umi : "haaahhh, kok abi tahu?" 
Abi : "soalnya umi berlari2 terus di pikiran abi,,." 
(Priiiikitiuwwwwwwww) :D

Abi: “kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang?
Umi: “ga tau, emang kenapa bi?” 
Abi: “Soalnya setengahnya lagi ada di mata umi.” 
(yipi ye yipi yow) :D

Abi: “boleh pinjem flashdisknya mi?
Umi: “boleh, mau buat apa bi?” 
Abi: “buat transfer hatiku ke hatimu...:D “
(wkwkwk)


sumber : tausyah grup WA




Senin, 02 Maret 2015

Yuks Saatnya Nikah.. ^_^



Share yuk! ^_^

"Mau nikah tapi belum ada modal mas?"
### Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko!. Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Kebalik tuh. Segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan :)

"Tapi saya masih belum lulus kuliah mas?".
### Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah?.

"Saya belum punya kerjaan tetap mas?".
### Nggak penting ...itu punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan :)

"Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu mas"
### Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20?. Usia 40-an sudah bisa gendong cucu tuh :)

"Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?"
###
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat :)

"Nikah muda itu bahaya lho mas, psikis pasangan muda kan labil?".
### Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil :)

"Masak putus? Pacar saya udah sayang banget ma saya mas".
### Buat kalian yg masih melihara pacar, katakan pada pacar kalian, "Bukti cinta sejati bukan "I love you", tapi "qobiltu" :)

"Mas, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?".
### Lho, kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat? :)

Status ngomporin nikah ntar lagi dilanjut ya. Istri ngajak jalan2 lagi nih :)
### Oh ya, jalan2 sama istri itu ngoleksi pahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah :)

"Cieee, si mas mentang2 udah nikaaah :)"
### Cieee, mentang2 yg belum berani nikaaah :)

"Apa sih mas enaknya nikah muda?"
### Bocoran nih ya, ibu saya dulu nikah usia 17 taun, sekarang di usia beliau yg baru 42 taun, beliau udah tenang, karena anak2nya dah lulus kuliah, bahkan anaknya yg paling imut nih dah berani berumahtangga, hehe :)

"Nikah muda itu bahaya lho mas. Rawan perceraian, karena kondisi emosional, finansial, psikis, anak muda masih labil. Nikah muda itu rawan lho mas. Bayi yg lahir oleh pasangan muda itu bla bla bla".
### Udahlah, jangan banyak alesan, diketawain sama ibu saya tuh :)
Saya sering liat ada orang dewasa yg nggak nikah2?"
### Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah kemungkinannya hanya 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan :). Udahlah, daripada tersinggung, mending berubah :)

"Jangankan nafkahin istri, nafkahin diri sendiri saja belum bisa!".
### Hah? Usia mudanya dipake ngapain aja tuh?.

"Mas, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masak baru lulus, baru kerja, langsung minta
nikah?".
### Hey, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

"Saya mau fokus di karir dulu mas".
### Astaghfirullah, masih nggak percaya juga dg firman Tuhan?. Nikah itu ngundang rezeki, bukan malah menghambatnya. Udahlah, pokoknya orang keren adalah orang yg nggak suka cari2 alasan :)

"Mas, modal nikah itu berapa sih?"
### Seringan mungkin. Sesederhana mungkin. Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi, sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin. Jangan boroskan duit di resepsi.

"Mas, adakah penelitian yg membuktikan nikah bikin kaya?"
### Buanyak. Mangkanya sempetin baca buku, nggak baca status doank :)

"Kenapa ada yg usai nikah tapi hidupnya malah berantakan?"
### Yg usai nikah dan lebih bahagia juga membludak. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi faktor orangnya :)

"Kenapa kita lebih disaranin nikah muda?"
###
Biar agama kita disempurnakan oleh Tuhan di usia kita yg semuda mungkin :)

"Kalo belum ketemu jodoh gimana, mas?"
###
Sebagamana rezeki, begitulah jodoh. Rezeki memang ditangan Tuhan, tapi kalo nggak dijemput ya bakal ditangan Tuhan teruuus :)

"Lha cara jemput jodoh itu gimana mas?"
###
Gitu masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe :)

"Kenapa sih mas dari kemaren ngomporin nikah muda?

###
Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe.

"Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2".
### Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?. Bener, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan :). Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-an :)

"Aduh, mas, puasa2 gini ngomporin nikah :)"
### Karena puasa itu nikmat banget. Yg dah nikah, sahur dibangunin istri. Yg belom nikah? Betah amat bertaun2 dibangunin alarm :). Yg dah nikah, terawih berjalan ke mesjid bareng istri. Yg belom? Kaciiiaaan :). Yg dah nikah, buka masakan istri. Yg belom? Betah amat seumur2 nasi bungkusan :). Yg dah nikah, pas tilawah, ada yg dengerin, ada yg nyimak, ada yg benerin. Pas tidur, ada yg nemenin. Pas sedih, ada yg dicurhatin. Pas nangis, ada pundak tempat bersandar. *Ciyeee.. :) Daripada pingin, buruan berbenah, dan segera nikah muda :)

Nikah ituuuu, menenangkan. Juga menyenangkan. Beneran. Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan :)

Daripada protes, daripada tersinggung, daripada panas, daripada pingin, mending berbenah, mending berubah, mending berdoa, semoga bisa tergapai cita-cita nikah muda :)



created by : Ahmad Rifa'i Rif'an (Penulis buku Allah Inilah Proposal Cintaku)
share, copas tolong cantumkan sumber atau penulisnya :)




Senin, 16 Februari 2015

"Sang Nabi ﷺ"




by : Ust. Salim A Fillah


Sekenal apa kita pada Sang #Nabi ? Mohon izin merangkum beberapa sifat beliau dari hadits-hadits dalam Asy Syamail karya Imam At Tirmidzi: 


****

1. Perawakan Sang #Nabi tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tak bulat, bukan pula persegi.

2. Kulit Sang #Nabi cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, digerai ketika sepapak daun telinga. Dahi beliau lebar.

3. Alis Sang #Nabi
melengkung panjang, tebal, & nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah kala beliau marah.

4. Bola mata Sang #Nabi
indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya memancar cahaya. Dua pipinya datar.

5. Janggut Sang #Nabi
menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, dari selanya memancar cahaya.

6. Dari bawah janggut Sang #Nabi
menggalur ke bawah bebulu halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya.

7. Leher Sang #Nabi
jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya nan bidang. Jarak antara kedua bahu lebar. Persendiannya kokoh.

8. Lengan Sang #Nabi
panjang, tapak tangan lebar & tebal, jemarinya ramping. Telapak kaki beliau cekung, halus hingga airpun tak menempel.

9. Sang #Nabi
berjalan dengan langkah kaki lebar, begitu langsam seolah menuruni bukit, tubuh beliau ikut berguncang anggun tiap langkah.

10. Bila menoleh, #Sang Nabi
berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding mendangak, melihat dengan sepenuh perhatian.

11. Dulu #Nabi
suka menyisir rambut ke belakang mirip Ahli Kitab. Saat nyata keingkaran mereka, beliau selisihi dengan menyisir belahnya.

12. Sang #Nabi
suka meminyaki rambutnya. Kata Anas, uban beliau nan kurang dari 20 helai jadi tersamar. Beliau gemar merapikan janggutnya.

13. Sang #Nabi
menyukai celak itsmid yang beliau gunakan menjelang tidurnya. Tiga kali untuk kanan & kiri; sejuk & menumbuhkan bulu mata.

14. Di antara pakaian kesukaan Sang #Nabi
adalah gamis yang putih, hibarah merah buatan Yaman, & baju sampir 2 helai warna hijau & hitam.

15. Sang #Nabi
berminyak wangi di seluruh tubuhnya. Istri beliau mengoleskan di sekujur badan, lalu beliau sendiri harumkan bagian ‘aurat.

16. Jari manis Sang #Nabi
dilingkari cincin perak bermata batu hitam Habasyah, ditulisi “Muhammad Rasul Allah”; dilepas jika ke Peturasan.

17. Sang #Nabi
menyimpan selalu selimut Khadijah; kenangan menenangkan saat beliau terguncang wahyu pertama, & di dalamnya beliau diseru.

18. Sang #Nabi
gesit berolahraga lari. Kadang bersama istri. Kadang anak-anak kecil; beliau lombakan siapa dulu yang mampu tangkap beliau.

19. #Nabi
suka minum susu dari wadah yang sama dengan istrinya, ditepatkan di bekas bibirnya. Anggur, zaitun, & buah lain; segigit berdua.

20. Tidur Sang #Nabi
tidak tengkurap. Jika miring berbantal tapak tangan, kaki disilang. Jika telentang, kaki kanan diletak di atas kiri.

21. Kadang dalam renung khusyu’, Sang #Nabi
duduk dengan 1 lutut diangkat menempel perut. Suka bersandar bantal, tapi bukan di saat makan.

22. #Nabi
suka mandi bersama & bercanda bermain air dengan istri-istrinya, bahkan pada Saudah nan tua. Usia tak menghalangi kemesraan itu.

23. Penutup kepala kesayangan #Nabi
ialah surban hitam, dikenakan dengan ujung menjatuh di pundak. Sandalnya bertali dua dari kulit hewan.

24. Makanan kesukaan #Nabi
-yang jarang beliau nikmati- adalah paha kambing. Camilannya hais; campuran kurma rendam, kismis, & susu masam.

25. #Nabi
yang penuh cinta memberi nama bebarang miliknya; dari perkakas rumah-tangga, bejana, gelas, kuda, unta, keledai, pedang, tombak.

26. #Nabi
makan roti dari tepung utuh tak diayak (dulu dianggap rendah; kini sehat berserat), lauknya garam, minyak zaitun, cuka, & labu.

27. #Nabi
tak pernah mencela makanan. Jika menyukainya, beliau memakannya penuh syukur. Jika tidak suka, beliau cukup diam tanpa komentar.

28. #Nabi
mengerjakan sendiri segala urusan rumahtangga yang beliau bisa; menambal baju sobek, menjahit sandal rusak, hingga memerah susu.

29. #Nabi
amat suka bersiwak bersih gigi; saat hendak shalat, hendak tilawah, hendak menemui tamu/sahabat, juga tiap kali menjumpai istri.

30. #Nabi
tak pernah jijik pada istri yang sedang haidh (seperti kebiasaan Arab & Yahudi); beliau tetap bermesra, hanya menghindari jima’.

31. Saat ‘Aisyah haidh, #Nabi
bersandar di pangkuannya sambil tilawah; atau meletakkan kepala di antara kaki ‘Aisyah, tidur dalam hangat.

32. Bahkan tuk shalat malam, #Nabi
minta izin pada istri nan lagi bersama di ranjang; “Apa kau ridha jika malam ini aku menghadap Rabbku?

33. Karena sempitnya kamar #Nabi
, tahajjud beliau menghadap ‘Aisyah berbaring. Jika hendak sujud, diisyarati kaki sang istri agar ditekuk.

34. Sang #Nabi
amatlah pemalu, lebih tersipu dibanding gadis dalam pingitannya. Tak pernah terbahak, hanya senyum tulusnya semanis madu.

35. Sang #Nabi
tak suka diistimewakan. Jika berbagi peran di perjalanan beliau selalu mencari peluang berkontribusi; hatta menyiapkan api.

36. Jika dihadapkan pada pilihan, Sang #Nabi
selalu mengambil hal yang ringan & mudah; selama ia tak jatuh pada apa yang dilarang Allah.

37. “Tak pernah kulihat”, kata Anas, “#Nabi
marah atau membalas laku buruk atas diri beliau. Beliau marah jika Allah & agamaNya dinista.”

38. “Pernah 3 x hilal berlalu”, ujar ‘Aisyah, “Tiada nyala api di rumah kami.” Apa penyambung hidup #Nabi
?, tanya ‘Urwah. “Kurma & air .”

39. Kelembutan Sang #Nabi
tak terhalangi & tak menghalangi ibadahnya. Umamah binti Abil ‘Ash, sang cucu, sering digendong dalam shalatnya.

40. Al Husain naik ke punggung #Nabi
saat sujud. Beliau tak bangkit hingga Al Husain puas bermain. Nanti, beliau minta maaf pada hadirin.

41. Saat para cucu jadikan #Nabi
kuda-kudaan, merangkak kian-kemari, kata Abu Hurairah, “Tunggangan kalian paling mulia di langit & bumi”.

42. #Nabi
lalu tersenyum bersabda, "Pun penunggangnya, adalah yang terbaik." Ya Allah, curahi kami rahmatMu tuk kelak bersamanya di surga.


****


*dari twit @salimafillah (12 Rabiul Awwal 1436 H)




sumber : di sini