"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Selasa, 21 Februari 2012

My Story, Time to “Udan-Udan”



Tik..tik..tik.. bunyi hujan saat pit-pitan..

Airnya turun, nggak kira-kira..

Cobalah tengok, kanan dan kiri.. (lha iki sing udan-udan ok q thok..!!?)

Jaket (sepeda, baju, celana, topi) dan HP, basah semua..



Assalamu’laikum.. 22/02/12 Ya, itulah tadi beberapa bait lagu yang tak sengaja tercipta setelah kejadian tentang hujan yang naas tapi menyenangkan (lho..!!?) menimpa saya hari ini. So, bagimanakah kisahnya? Mari kita ke TKP.

Masih ingat dengan hujan deras kemarin? Sedikit flash back, ba’da isyak pas pulang bareng mas Toni, kita sempatkan memandang langit sejenak. Mas toni sempet bilang, “Wah langit e mendung”. Saya jawab, “iya I mas, ning  langit e malah ketok resik (dlm adegan ini saya tak berpikir panjang tentang tafsir ‘resik’ yg sebenarnya, apakah maksudnya tanpa noda membandel, apakah bersih putih seperti baru lagi, ataukah bersih sempurna)” Dan beliau bilang lagi, “Kayake bakal udan deres. Ya semoga hujane berkah saja, tidak malah banjir”. ”Amin..!!”, jawab saya.

Dan perbincangan sederhana tadi akhirnya terjadi juga. Sekitar jam 9 malem hujan deras mulai turun membasahi bumi, sampai sekitar jam 3-an hujan masih saja ada meski cuma rintik-rintik. Berhenti mungkin sekitar jam 4-an menjelang subuh. Ba’da subuh sebelum pulang dari masjid  pun saya sempet bincang dengan mas Ribut tentang ni ujan yang mungkin berujung banjir. Dan, setelah perbincangan itulah cerita sya dimulai. This is it.

Yups, salah satu kebiasaan saya yang memang sangat biasa adalah pit-pitan, alias bersepeda. Ngepit yang sering saya laksanakan ba’da sholat subuh, saat langit masih begitu gelap, saat orang-orang pada sibuk terlelap, saat perusahaan besar mulai pada kolap, saat finishnya Jorge Lorenzo masih kurang beberapa lap, dan saat para koruptor sedang asyik makan uang hasil nilap. Kebiasaan ini sudah saya plihara sejak masih SMA, karena sudah biasa maka itulah saya sebut kebiasaaan (duh njlimet men..!!) Intinya pagi tadi saya pit-pitan, gitu wae lah.

Inilah tunggangan kesayangan saya (polygon 3 gear yang sudah tambalan pada bagian sedelnya)

Bermodalkan sepeda item, baju item, celana training item, jaket item, sandal item, topi item, plus hati yang putih bersih (haha..!!), saya berangkat sekitar jam 5 pagi, dan benar waktu itu memang gelap banget. Sempet mau bawa headset HPe, cuma karena rusyak, niatnya mau ganti headset laptop, tapi karena speakernya tidak bisa masuk lubang kuping (ya iya lah..!!), dengan terpaksa saya urungkan niat itu. Keputusan saya ini ternyata berdampak pada kejadian selanjutnya.

Headset yang seperti ini lho maksudnya, bener kan susah masuk ke kuping..!!?

Yo.., akhirnya, start saya ambil jalur kanan (rumah), menuju ke jembatan deket percetakan Era Intermedia sekalian liat kali (maksudnya sungai). Sampai disana, subhanallah, ternyata bener-bener banjir bung. Jarak antara jembatan dan kali yang awalnya sekitar 7-8 meter atau lebih, tadi pagi jadi cuma skitar 2-3 meter saja, and arusnya deras banget. Ya, semoga tidak membahayakan penduduk sekitar. Amin..!!! Maap gambar tidak bisa dicetak karena gelap.

Oks, lanjut ke cerita. Yang jelas pengepitan ini (tidak saya tulis perjalanan karena saya memang lagi ngepit) cukup jauh. Bersepeda terus ke arah timur, bahkan sampai Gladak, belum ada tanda-tanda pagi ini mau hujan.

Terus melaju, saya sempet berpikir, “Ya Allah, coba udan, mesti nyenengke yen pit-pitan sambi udan-udan, hihihi..”. Ya, beberapa hari lalu saya sempet liat si Fauzan & si Andre (anak2 TPQ AlMuk) lagi udan-udan dengan rianya, jadinya kepingin, secara sudah hampir beberapa dekade ini (duh, lebay lho dirimu..!!) saya belum sempat udan-udan, tapi klo kehujanan mah sering..!!

Dan ternyata pemirsa, doa saya (lebih tepatnya pikiran iseng saya) ini di-ijabahi oleh Allah swt. Sampai di depan Pring Sewu, setelah PDAM, hujan deras mulai melanda. Seperti pengendara lain, saya juga berhenti ke pinggir jalan. Jika anda pikir saya berhenti untuk makai mantol, atau untuk sejenak berteduh dan menunggu hujan reda, hahahay.. maka anda salah besar kawan..!! Saya berhenti adalah untuk cari plastik bekas di jalanan. Tahu plastik ini ntar untuk apa-an..?? Ya, jelas sekali plastik untuk ngebungkus HP saya (untung ndak bawa headset yg tadi ya). Bolehlah badan ini berbasah-basahan, tapi klo HP, jangan lah ya..!! Inilah salah satu bentuk penghormatan saya untuk IT (haha.., cuma alesan ding..!!!).

Nah, ini nih plastik yg nemu di jalan (Ya Allah, ni plastik bekas apaan ya, hiiii..!!)

Yups, setelah HP terbungkus rapi dan karena sudah terlanjur basah, maka saya lanjutkan perjalanan ini sampai ke kampus tercinta UMS. Sebenere saya bisa langsung njujuk pulang, tapi memang dasar pingin ujan-ujan, rute bersepeda sekalian dijauhkan. Jadi, bagi anda pengendara di Soloraya dan UMS atau anda yg sedang beraktifitas pagi tadi, melihat sesosok manusia bersepeda, dengan jaket hitam plus tudung kepala dan topi, sendalan, berkacamata, dan anehnya malah ujan-ujan, itulah sya, hoho…!!

Sob, terus melaju tanpa peduli ujan (nyet wiz kebacut teles ok), alhamdulillah saya sampai rumah dengan kondisi cukup memprihatinkan. Meski semua lini tubuh basah..sah.., tapi antisipasi pada HP sya berjalan cukup lancar. Walau juga sedikit basah, HP saya alhamdulillah tak terserang flu, buktinya masih bisa buat poto-poto (semua poto keren di posting ini dari HP saya lho, hehe..!!).

Gini nih kondisi sepeda dan jaket + topi sya (baju dan trainingnya tak saya perlihatkan coz pas poto ni sepeda mereka semua masih terpasang di badan sya).

Yups, dari kisah ini (inilah bagian terpenting dalam tulisan, jadi mohon dibaca ya..!!), satu harapan saya kawan, yakni supaya hujan yang begitu deras kemarin dan tadi pagi adalah benar-benar berkah dari Allah swt yang patut kita syukuri. Andai ada yang terkena musibah karenanya, maka kitapun kudu instropeksi diri, jika tidak yakini saja ini adalah ujian karena sayang Allah kepada kita.

Ya, bagaimanapun  juga hujan adalah salah satu dari milyaran mukjizat Allah swt yang wajib untuk kita renungi, semata demi mendekatkan diri kepadaNya. Dan semoga kita semua bisa menjadi hamba-hamba yg pandai u/ selalu berfikir dan bersyukur atas segala nikmatnya, amin..amin..amin..!!! Monggo saatnya kita ber -Positip Thinking- ria bersama-sama selamanya.

Dan kawan, satu lagi pelajaran yang saya dapatkan dari peristiwa ini adalah, “jangan lupa untuk slalu membawa plastik demi keamanan barang elektronik yang kita bawa saat bersepeda” waspadalah..waspadalah..!!!

 Demikian, saya Reza Putra beserta kerabat kerja yang bertugas mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa di lain kesempatan dalam kesempitan. Bravo Olahraga (pit-pitan..!!!) ^_^ Wassalamu’laikum..

Gambar bonus : sampai rumah, langsung gebyur, sholat dhuha, terus makan pisang goreng anget plus ditemani seonggok koran, tapi tanpa secangkir kopi (iiih, bapak-bapak banget ya, hehe..!!) ^^




2 komentar:

  1. hahahahaha....subkhanallah....Inspiring cerita ente.....I Like It......

    BalasHapus
  2. sukron..sukron.., semoga bisa menghibur, hehe... ^_^

    BalasHapus