"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Senin, 26 Mei 2014

Setegas dan Selembut Umar




Ada peristiwa teramat penting pernah direkam sejarah yang dialami oleh Umar bin Khattab selaku Amirul Mukminin saat itu beserta Ummu Khultsum istri tercintanya. Pada suatu inspeksi, Umar mendengar suara rintihan seorang wanita di sebuah kemah di pinggiran kota Madinah. Di depan pintu tampak seorang laki-laki tengah duduk tampak kebingungan. Umar mengucapkan salam kepadanya lalu menanyakan perihal dirinya. Dengan nada polos, laki-laki itu menjelaskan bahwa ia datang dari desa yang mengharap kebaikan Amirul Mukminin. Umar menatap laki-laki itu dengan belas kasih.

Ketika Umar menanyakan soal wanita yang merintih di dalam kemah, laki-laki itu justru marah. Ia tidak tahu bahwa orang yang ada di hadapannya sekarang adalah Amirul Mukminin yang dicarinya. “Pergilah engkau, dan jangan lagi menanyakan soal yang bukan urusanmu!”, bentak lak-laki tersebut kepada Umar bin Khattab.

Namun Umar tidaklah marah. Ia bahkan semakin ingin mengetahui keadaan sebenarnya. Ia menanyakan lagi, sembari menawarkan pertolongan yang bisa ia lakukan. Melihat lawan bicaranya yang tulus, laki-laki itu luluh hatinya. “Ia adalah istriku yang hendak melahirkan. Namun tak seorangpun yang membantunya”, jawab laki-laki tersebut putus asa.

Umar tersentak mendengar jawaban laki-laki itu. Sensitifitas jiwa kepemimpinannya tersentuh. Ia bangkit dan bergegas meninggalkan laki-laki itu. Umar lantas menemui Ummu Khultsum, istri tercintanya. Lalu bertanyalah Umar kepada Istrinya, “Maukah kau pahala Allah yang akan dilimpahkan Allah kepadamu?.

Apakah kebaikan dan pahala itu, wahai Amirul Mukmini?”, kata Ummu Khultsum balik bertanya penuh harapan dan keheranan.

Umar kemudian menceritakan apa yang dilihatnya barusan. Ia meminta kelonggaran hati istrinya untuk mengulurkan bantuan demi kelahiran sang bayi. Maka, tanpa harus diberi penjelasan panjang lebar, Ummi Khultsum bergegas menyiapkan segala perbekalan yang diperlukan. Sementara Umar, beliau mengambil karung berisi gandum dan minyak samin.

Sejurus kemudian berangkatlah pasangan suami istri ini menuju kemah di pinggiran kota Madinah. Umar memikul sendiri bahan makanan, sementara Ummu Khultsum membawa segala yang dibutuhkan saat seorang wanita melahirkan. Dengan berjalan setengah berlari, keduanya tiba lebih cepat.

Ummu Khultsum langsung masuk kemah. Ia bertindak sebagai bidan dadakan, sementara Umar dan laki-laki tadi memasak roti dan minyak samin di luar. Tidak lama berselang, Ummu Khultsum berseru, “Wahai Amirul Mukminin, berilah kabar gembira kepada saudaramu itu, Allah telah mengaruniainya seorang bayi laki-laki.

Laki-laki itu terperanjat kaget dan bahagia. Ia bahagia lantaran istrinya melahirkan bayi dengan selamat. Namun yang membuat ia sesungguhnya terperanjat adalah bahwa laki-laki yang ada di hadapannya , yang tadi sempat dimarahi dan dibentaknnya, ia ternyata adalah Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Istrinya laki-laki itupun demikian, ia tidak menyangka bahwa Ummu Khultsum, wanita yang membantunya melahirkan adalah istri dari Amirul Mukminin.

Bagi Umar ra sendiri, pertolongan yang ia berikan semata-mata karena Allah memerintahkan untuk saling tolong menolong dan karena tanggungjawabnya sebagai seorang Khalifah yang wajib menjaga keselamatan serta kesejahteraan rakyatnya. Ia melakukan itu bukanlah untuk pencitraan, apalagi upaya cari muka. Ia juga tak sedang kampanye, apalagi sekedar menunjukkan kebaikan dirinya di hadapan rakyatnya.

Sungguh ini adalah contoh nyata keluarga pemimpin sekaligus pasangan suami-istri teladan, yang wajib ditiru oleh para penguasa di zaman sekarang ini. Semoga kelak kita mendapatkan pemimpin yang tegas serta lembut seperti Umar bin Khattab ra. Amin Ya Rabbal ‘alamin..!!



 sumber : Kisah Cinta Penggugah Jiwa _ Irfan Supandi (2008)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar