"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Rabu, 17 Oktober 2012

Contoh Analisis Kebutuhan pada Guru







Fenomena
Guru mempunyai tu­gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem­belajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. Dalam menyampaikan bahan pelajaran, masih banyak didapati gaya mengajar guru yang terkesan monoton sehingga mengurangi gairah siswa untuk belajar. Maka, salah satu bentuk kreatifitas mengajar yang tidak monoton adalah memanfaatkan fungsi multimedia. Namun kenyataanya, hanya sedikit guru yang menguasai multimedia sebagai media pembelajaran yang menyenangkan

Juga seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan, memahami kurkulum, dan dia sendiri sebagai sumber belajar terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. Selain itu, guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disaji­kan. Namun masih sering didapati guru yang selalu menggunakan sumber informasi yang sama dalam jangka waktu yang lama.

Dalam hal evaluasi, secara teori dan praktik, guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat, maka sangat diharapkan pula guru dapat menyusun butir alat atau soal tes secara benar. Meski demikian, tidak banyak guru yang peduli dan paham akan target pengukuran hasil belajar sehingga evaluasi yang dilakukan selalu tidak optimal. Hal itu juga diperparah dengan sistem komputerisasi nilai siswa yang kurang cepat dan ringkas dalam pengolahannya sehingga mempersulit kinerja guru dalam mengevaluasi hasil belajar para peserta didik.


Identifikasi Masalah
           Mendata masalah apa saja yang terjadi dalam sistem yang sudah ada :
1         >Gaya mengajar yang monoton.
      >Tidak rapinya metode penyusunan silabus pembelajaran, alat ukur prestasi (soal tes), serta sistem evaluasinya.
3         >Kurangnya rasa empati, tanggungjawab, serta komunikasi guru terhadap seluruh siswa didik.
4         >Sumber mata pelajaran yang sangat minim dan tidak update


Penyebab Masalah
Faktor apa saja yang memunculkan permasalahan yang sudah teridentifikasi :
1          >Gaya mengajar yang sudah mendarah daging, kurangnya penguasaan guru akan multimedia
2        >Kurang kreatif mendesain materi dan la tes yang aktual dan relevan, sistem komputerisasi yang kurang optimal.
3       >Hanya guru sebagai wali kelas saja yang merasa bertanggung jawab, pun terhadap anak didik di kelasnya masing-masing, bukan terhadap seluruh anak didiknya.
         >Kurangnya minat guru dalam membaca.


Titik keputusan
Pada bagian mana masalah terjadi. Contoh
1         >Pada bagian guru / tenaga mengajar
2         >Pada bagian karyawan pengolahan nilai


Pelatihan
Berdasarkan permasalah di atas, maka dapat disusun beberpa bentuk pelatihan sebagai berikut :

1.      Pelatihan Keterampilan Dasar
Pelatihan ini bertujuan agar setelah mengikuti seluruh komponen pelatihan peserta akan lebih memahami dasar-dasar Proses Belajar Mengajar dan mengelolanya secara dinamis dan terstruktur berdasarkan sistem dan kaidah yang benar.
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah: peningkatan jumlah guru yang mempunyai kompetensi dalam bidang prose belajar mengajar didalam kelas dan diluar kelas, sehingga pembelajaran akan berjalan dengan baik yang berdampak pada efisiensi pembelajaran kearah ketercapaian sasaran pendidikan.

2.      Pelatihan Applied Approach (AA)
Pelatihan Applied Aproach menjadi sangat strategis untuk karena tujuan utama nya adalah mempersiapkan guru untuk memahami manajemen kependidikan sekolah. Salah satu manfaat yang dapat di identifikasi adalah kemampuan guru dalam manajerial termasuk di dalamnya adalah pengembangan kurikulum pendidikan.
Tujuan :
a)      Meningkatkan kualitas kemampuan mendesain kurikulum, dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan yang dinamis
b)      Meningkatkan penguasaan dan keterampilan guru dalam merancang, merekonstruksi sistem pembelajaran sekolah
c)      Meningkatkan kemampuan sebagai manajer administrasi pendidikan sekolah sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku
d)     Meningkatkan penguasaan guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dengan mengacu pada paradigma “Teaching How to Learn“.
e)      Mensosialisasikan berbagai konsep Kurikulum desain, antara lain Konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi kepada para dosen senior di lingkungan Universitas Brawijaya.
Output :
-          Jumlah guru yang mempunyai kompetensi administrasi kependidikan sekolah meningkat, sehingga akan berdampak pada pengembangan pembelajaran dan penyelenggaraan lembaga secara khusus di sekolah.


3.      Pelatihan Multi Media Tingkat Dasar
Pelatihan sumber daya guru dalam menyiapkan materi instruksional berbasis multimedia diawali dengan penyiapan guru dalam mengemas materi pelajaran dengan segala komponen kegiatan dan tugas-tugas. Standar penyusunan atau perencanaan material instruksional agar dapat di kemas dalam bentuk multimedia seringkali belum dikuasai oleh para guru.
Demikian pula tingkat kemampuan guru dalam menyiapkan dan menyampaikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi pada umumnya belum merata. Sebagai penunjang dalam kegiatan tersebut memanfaatkan peralatan komputer serta perangkat bantu lainnya yang terdapat di ruang multimedia.
Tujuan Kegiatan
a)      Memberikan wawasan tentang keutamaan penggunaan pembelajaran berbasis multimedia terhadap efektivitas pembelajaran yang menyenangkan di sekolah
b)      Melatih proses pembelajaran berbasis multimedia yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sifat mata pelajaran
c)       Melatih kemampuan dasar keterampilan merancang dan menyusun pembelajaran berbasis multimedia sebagai pembelajaran interaktif.
d)     Memotivasi staf pengajar untuk merancang materi kuliah sebagai bahan dasar penyusunan Multimedia pembelajaran.
Output:
a.       Ketrampilan dasar operasional komputer sebagai penunjang pembelajaran
b.      Kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar berbasis multimedia
c.       Rancangan materi pelajaran dalam bentuk kemasan digital elektronik
Outcomes
1.      Peningkatan jumlah digitalisasi bahan ajar
2.      Kesadaran dan motivasi guru terhadap perlunya kemampuan merancang bahan ajar berbasis multimedia dengan benar
3.      Meningkatkan jumlah guru yang memberikan materi pelajaran dengan bantuan multimedia


4.      Pelatihan Pendidikan Karakter Bagi Guru
Pendidikan karakter dalam hal ini termasuk dalam pelatihan empati, tanggungjawab, pemberian pelayanan yang baik terhadap siswa, serta menyadarkan akan tugas dan kewajiban guru sebagai sumber ilmu para peserta didik.
Selain itu, pendidikan karakter juga diharapkan mampu mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu: (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat/Komunikatif, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca, (16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, & (18) Tanggung Jawab. (Pusat Kurikulum. Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. 2009:9-10)
Tujuan  :
a)      guru lebih empati dan bertanggungjawab terhadap seluruh peserta didiknya
b)      Mengembangkan potensi dasar guru agar berhati, berpikiran, dan berperilaku baik terhadap peserta didik, guru menjadi gemar membaca untuk meningkatkan waasan keilmuannya.


sumber : tugas Desain Pelatihan Psikologi UMS/M.RezaPutra/F100104016/dari berbagai sumber & jurnal di Google ^^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar