Lihat :

Jumat, 11 April 2014

Surat Untukmu, Wahai yang Kucintai




Untukmu yang selalu Kucintai..


Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku. Bercerita, meminta pendapat-Ku, mengucapkan sesuatu untuk-Ku walaupun hanya sepatah kata.


Sebelum makan siang, Aku melihatmu memandang ke sekeliling. Mungkin engkau merasa malu kapada-Ku. Itulah sebabnya engkau tidak sedikitpun menyapa-Ku. Engkau memandang tiga atau empat meja di sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut nama-Ku dengan lembut sebelum menyantap makanan yang Kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya.


Ah,, tak juga kau menyapa-Ku sata Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Lagi-lagi kau masih mengacuhkan Aku. Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak pula ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-Ku.


Apakah salah-Ku padamu? Rezeki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan, harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan, keselamatan yang Kukaruniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah semua hal itu tidak membuatmu ingat kepada-Ku.?


Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa-Ku, memohon perlindungan-Ku, bersujud menghadap-Ku, kembali kepada-Ku.


Yang selalu menyertaimu setiap saat.., setiap waktu..,
Allah SWT..




sumber : Betapa Allah Mencintaimu (2006) _Ratna Dewi Idrus_ hal : 10-11



Tidak ada komentar:

Posting Komentar