"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Rabu, 16 November 2011

Be New You (suatu muqodimah)


EPISODE 1

Ari tertegun dengan gagang telepon masih dalam genggaman, raut wajahnya berangsung berubah merah padam, matanya pun memerah lalu, brak!! Gagang telepon itu dibantingnya dengan kasar. Lalu ia menangis sejadi-jadinya, bahkan meraung-raung. “Sebeel!!”

Ketika Kak Sinta melihat sepak terjang Ari, adiknya, ia bertanya, “Ada apa, Sayang?!” Ari tidak menjawab. Ia malah berlari sambil ngomel panjang pendek. “Mira berhasil menang, brengseek! Aku kalah lagi! Hiih, sialaaan! Padahal mestinya aku yang menang. Punyaku kan jauh lebih bagus! Uuughgh, Sebeeel!” Kak Sinta yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


EPISODE 2

Sementara itu, di jalanan terlihat Andi, remaja belasan tahun pulang sekolah berombongan bersama teman-temannya. Mereka membawa senjata tajam di tangan masin-masing.

Wajah mereka tampak beringas dan merah padam menahan amarah. Lalu semuanya berebutan masuk ke dalam sebuah bus kota. Sebuah teriakan terdengar garang, ”Serbuuu!!” Seperti dikomando, Andi dan teman-temannya bergerak serentak, menghajar, memukul, menganiaya, bahkan... membunuh, teman dari sekolah lain, hanya disebabkan saling pelotot satu sama lain.

Para remaja itu, kemudian turun dari bus kota seolah merasa tak berdosa. Mereka meninggalkan korbannya centang-perenang menahan lara.


EPISODE 3

Di sudut kamar, Wati tampak sangat putus asa. Ia menggenggam gelas berisi insektisida. Wah, bahaya nih!

Hik hik hik! Aku nggak bisa hidup tanpamu, Ndi... aku cinta kamu,” ujarnya meneteskan air mata. ”Apa gunanya aku hidup. Lebih baik aku mati saja...”

Mata Wati terpejam. Ia makin tergugu ketika dari rumah sebelah, terdengar lagu dangdut dari penyanyi kondang. (Hihihi, hafal juga ternyata...)

Putus lagi cintaku
putus lagi jalinan kasih
sayangku dengannya...

Du..du, makin nelangsalah si Wati yang diputus cinta Andi. Dunia mendadak pekat bak langit tak berbintang. Ia nekat nenggak racun itu. Tak lama, mulutnya berbusa dan ia pun meregang nyawa.


EPISODE 4

Sepasang kupu-kupu yang melintas di halaman sebuah masjid tertegun, ketika melihat sekelompok remaja tekun mendengar kuliah Ahad pagi.

”Senang sekali melihat anak muda bersemangat mencari ilmu seperti itu.”

”Iya, yuk kita doakan mereka, agar selalu dikasihi Allah, tuhan kita semua..”

Keduanya terbang setelah menyerbuki bunga-bungaan. Kebahagiaan sekelompok remaja itu telah mengimbas pada kupu-kupu yang asyik berdzikir.

Setelah pengajian berakhir, suara nasyid mengalun merdu di audio masjid.

Alangkah indahnya
Semesta dunia
Dihiasi cinta
Kasih sayang makhluknya...


So..?

Ilustrasi manakah yang mencerminkan dirimu? Tentu bukan yang pertama, kedua, apalagi yang ketiga kan? Eureka berharap ilustrasi terakhirlah yang terjadi. Hmmm, sebenarnya dari mana sih datangnya perasaan marah, sedih, iri, dan putus asa seperti yang dialami Ari, Andi, dan Wati? Juga perasaan tenang, bahagia, bangga, senang, dan juga cinta sekelompok remaja di dalam masjid itu?

Kenapa kita bisa merasa marah, sedih, suntuk, dan terkadang merasa gembira? Seperti apa sih sebenarnya kesedihan dan kesenangan yang benar itu? Wow, emang ada ya sedih dan senang yang nggak bener? Ya ada dong!!

So, biar kamu lebih ngeh, mari kita baca tuntas buku ini (isi buku insyAllah akan saya posting di episode selanjutnya_blogger^_^). Buku yang bakalan mengajak kamu merenung lebih dalam, untuk kemudian bersemangat buat menata diri secara lebih teratur, terarah, dan tentu lebih oke. Tentunya akan lebih uuueeeenak, jika segalanya serbatertata. Masa sih ada di antara kalian yang enggak seneng?

Coba kita buktiin yah, who have a gust! Menjadi manusia baru, yeaaah! Siapa takut?


bersambung..

NB : nama-nama diatas sesuai prolog di buku aslinya dan hanya fiktif belaka


Sumber buku : Izzatul Jannah (Eureka)_Be New You_Seri Pengembangan Pribadi Remaja


Minggu, 06 November 2011

Kau Cantik dari Dalam



Andi merasa ditipu dan bosan menikmati saat-saat berdua bersama istrinya setelah 5 bulan menjalani pernikahan. Berbeda dengan Ishaq, yang kelihatan seperti baru menikah seminggu yang lalu, dan selalu romantis bersama istrinya padahal umur pernikahannya telah mencapai 2 tahun. Jika dilihat dari umur pernikahan, sudah tidak masanya lagi mereka selalu kelihatan mesra apalagi telah memiliki buah hati.

Apa pasalnya? Menurut Andi, ia merasa telah dibohongi oleh istrinya, karena kecantikan yang selama ini (baca: sebelum menikah) hanya balutan kosmetik yang dilakukan saat mereka janjian ketemu dan pergi. Setelah menikah, ia tidak pernah menemukan kecantikan itu ketika berada dirumah, kecuali jika ada resepsi pernikahan. Sementara Ishaq, ia yang mengenal istrinya lewat saudara perempuannya bebarapa bulan menjelang pernikahan. Ketika bertemu, isterinya saat itu tidak memakai alat kosmetik kecuali yang biasa-biasa saja. Namun, yang membuat Ishaq semakin cinta pada istrinya setelah menikah selalu tampil rapi dan semakin cantik dibandingkan ketika ta'aruf yang terjadi sebelum pernikahan. Bahkan, yang membuatnya semakin sayang pada istrinya selalu bangun lebih awal dan ketika pulang kerja selalu menyambutnya dengan wajah yang indah dan berpakaian rapi.

Dalam mencari pasangan hidup, sudah lumrah laki-laki selalu mencari wanita yang cantik. Hal ini wajar, bahkan Islam sebagai agama yang mengetauhi apa yang diinginkan (hajât) umatnya menyuruh melalui lisan Rasulullâh Saw. untuk mencari wanita yang cantik. Sebagaimana beliau mengatakan: " Nikahilah perempuan itu karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama jika tidak engkau akan merugi ". Ini bukan sekedar ucapan saja, namun telah dibuktikan ketika al-Mughîrah bin Syu'bah ingin meminang seorang wanita, ia menceritakan hasrat hatinya kepada Rasulullâh Saw. kemudian beliau menyuruhnya untuk melihat wanita tersebut terlebih dahulu supaya terciptanya ketentraman.

Tepat sekali apa yang dikatakan seorang sastrawan, bahwa cantik itu wanita dan wanita itu cantik. Artinya, memang sudah menjadi fitrah wanita untuk selalu tampil menarik dan indah. Dalam menumbuhkan kecantikan terkadang para wanita selalu menggunakan pelbagai macam cara, ada yang dengan mengoperasi bagian dari tubuhnya supaya kelihatan semakin cantik, ada mengikuti latihan aerobik biar selalu kelihatan langsing dan indah, ada yang dengan melakukan kegiatan rutin ke salon, dan memperbanyak perhiasan untuk di pajang di tubuhnya dan bentuk-bentuk lainnya.

Islam sebagai agama yang tidak suka berfoya foya, dan selalu menjaga martabat wanita mempunyai ciri khas tersendiri bagaimana supaya pasangan hidupnya semakin cinta. karena, kecantikan yang alami dan bersifat bathin akan selalu terpancar sinarnya sekalipun tidak dihiasi dengan alat kosmetik. Berbeda dengan kecantikan lahir hanya akan bertahan sementara dan berakhir dengan mengecewakan. Seperti yang dialami Andi, merasa telah ditipu istrinya yang selalu menunjukkan kecantikan lahir selama ini, tapi tidak pernah memunculkan kecantikan bathin yang diharapkan setelah hidup bersama.

Bagaimana kecantikan bathin itu? Kecantikan bathin tidak membuat wanita harus mengeluarkan uang banyak, tidak membutuhkan aksesoris duniawi dan tidak mengharuskan wanita untuk keluar rumah. Hal itu, hanyalah kecantikan yang ditujukan untuk membuat suami betah dirumah dan selalu bahagia ketika memandang dirinya.

Kecantikan bathin hanya bersifat ke dalam dengan tujuan mengamalkan sunnah Rasulullâh Saw. Sebagaimana beliau mengatakan:sebaik-baik wanita jika kamu memandangnya dapat membuat senang, jika kamu menyuruhnya selalu taat, jika kamu memberinya (uang) akan menggunakannya untuk kebaikanmu, jika kamu pergi akan menjaga dirinya dan hartamu" (HR. An-Nasâî).

Kecantikan bathin hanyalah berupa perbuatan pebuatan kecil yang mampu membuat suami bertambah sayang dan Allah pun ridho kepadanya. Seperti yang dilakukan istri Ishaq, yang selalu membuatnya senang dan bahagia ketika berada dirumah. Setiap malam Ishaq selalu dibangunkan shalat malam, kalau sarapan selalu ditemani, tidak mengizinkan pembantu untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan suaminya dan terlebih istimewa lagi ketika pulang kerja selalu disambut dengan senyum tulusnya, yang mampu membuat Ishaq merasa tidak pernah lelah mencari nafkah hidup. Kecantikan bathin akan terwujud jika seorang wanita mampu memiliki tiga kecantikan utama:


>Kecantikan Jiwa (jamâl al-Rûh)

Seorang wanita yang memiliki kecantikan jiwa akan selalu melakukan sesuatu dengan niat karena Allah SWT, cintanya kepada suami hanyalah sebagai jalan untuk menggapai cinta Ilâhi. Dia siap menerima kekurangan yang ada pada suaminya, tidak pernah menuntut hal yang lebih dan selalu menggembirakan suaminya sekalipun sedang mengalami kesusahan. Wanita seperti ini tidak pernah "haus" pada dunia, selalu tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang di harapakannya di dunia ini serta berpegang pada janjiNya dalam surat Adh-dhuha {4} "Dan sesungguhnya Akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan".

Sifat inilah yang melekat pada Ummul mukminîn, Hajar, Khadijah, Aisyah, Asmâ' binti Abû Bakar dan wanita-wanita muslimah lainnya yang benar-benar mencari cinta Ilâhi. Kecantikan jiwa akan menimbulkan pancaran cahaya alami di wajah yang mampu membuat suami bahagia tanpa perlu diolesi dengan kosmetik mahal.


>Kecantikan Diri (jamâl al-Nafs)

Pada masa sahabat, ada seorang lelaki menceritakan kecantikan isterinya ketika sedang berkumpul dengan para sahabat. Dia menceritakan hal itu, karena bebarapa hari tidak pernah berkumpul dengan para sahabatnya, sehingga ketika bertemu mereka bertanya perihal dirinya. Dia menceritakan sifat isterinya: "ketika aku bersamanya terasa diri ini bagaikan tidak pernah mengalami kesusahan, perbuatannya selalu membuatku semakin jatuh cinta kepadanya, setiap hari aku lihat akhlaknya bertambah baik, tidak pernah menimbulkan kegelisahan, ketika pulang dari bekerja terasa hilang lelahku dikarenakan senyuman dan sambutannya yang begitu hangat, sekalipun kukatakan bahwa hari ini tidak mendapat hasil lebih baik dari kemarin, namun dia tetap tersenyum dan terus memberiku semangat. Keindahan yang diberikannya tanpa hiasan alal-alat kecantikan. Dia cantik dari dalam".

Kecantikan diri merupakan polesan kedua yang mampu membuat suami menjadi selalu betah dirumah dan tidak pernah merasa gelisah. Hal ini hanya membutuhkan sedikit pekerjaan tanpa harus keluar rumah, tidak menimbulkan fitnah dan mengeluarkan uang. Kecantikan hanya ditujukan untuk sang suami saja, tidak untuk yang lain.



>Kecantikan Akal (jamâl al-'Aql)

Apa hubungan kecantikan akal dengan "kecantikan dari dalam"? Untuk menjawab ini kita harus mengingat apa tujuan menciptakan kecantikan itu sendiri, tidak lain dan tidak bukan untuk menjadi isteri yang shalehah. Target ini akan tercapai jika seorang itu rajin membaca dan mencari infomasi, yang kedua-duanya merupakan "hidangan" akal. Jika seorang wanita rajin membaca buku-buku tentang bagaimana membina rumah tangga yang baik, menjadi isteri yang tidak pernah membuat hati suami kecewa dan selalu memberikan solusi ketika ia ada masalah, maka sangat lengkaplah gelar yang akan disandangnya, yaitu "dia cantik dari dalam". Karena, isteri yang shalehah tidak akan pernah menunjukkan kecantikannya kecuali untuk suaminya saja. Jika tenteram hati suami dengan kondisi dan sikapnya insya Allah ridho-Nya pun tidak akan pernah lepas dari dirinya.

Seorang isteri yang kecantikannya hanya ditujukan untuk suami saja, maka surga pun tidak jauh dari dirinya hanya tinggal meningkatkan amal ibadah yang lain. Karena, kedudukan suami hampir sama dengan kedudukan kedua orang tua ketika akad nikah telah dinyatakan sah. Maka, buat para muslimah yang ingin membentuk dirinya menjadi isteri yang "indah dari dalam", maka langkah yang harus ditempuh dari sekarang hanyalah banyak membaca dan mencari informasi serta menempah diri sekaligus bertekad akan menciptakan kecantikannya hanya untuk suaminya saja. Ayo...majulah para muslimah, pintu untuk menggapai cinta Ilâhi tidak akan pernah tertutup jika terus berusaha!.

*Penulis adalah mahasiswa universitas Al-Azhar kairo-Mesir, fak. Syariah Islamitah TK II

sumber : http://www.annisaku.multiply.com/journal


Jumat, 04 November 2011

Pendidikan Akhlak yang Baik, Warisan Terindah bagi Anak-anak Kita



..........Bagi orang tua, anak adalah penyejuk hati dan pelengkap jiwa yang tidak dapat terbeli oleh apapun. Anak juga merupakan titipan Allah subhanahu wa ta’ala yang wajib untuk dijaga,dibina dengan baik.

Maka, bersyukurlah bagi kita semua yang telah dipercayakan oleh Allah untuk memiliki sang buah hati. Namun jangan lalai dengan anugrah tersebut, karena pada akhirnya nanti, setiap kita pasti akan dimintai pertanggungan jawab tentang semua kesenangan yang telah allah amanahkan kepada kita. Hal ini sejalan dengan hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
(Muttafaqun ‘alaihi)


Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, berkata “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.

Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Disana sangat ditekankan bahwa pertanggung jawaban orang tua tentang pendidikan anak yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah adalah hal yang sangat luar biasa penting, agar mereka terbekali dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akherat.

Salah satu hal yang penting dari cabang pendidikan untuk anak kita adalah mengajarkan kepadanya tentang akhlak yang baik. Sebagai contoh, menyenangkan hati orang lain dan atau bahkan yang sesederhana sekalipun yaitu memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain.

Selain itu, hendaknya para orang tua, juga menekankan tentang pembelajaran sederhana bagi anak untuk membentuk karakter yang baik, lewat beberapa contoh teladan berikut ini.

1. Mengajarkan Kejujuran

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Mengajarkan Berbuat Baik pada Lingkungan Mereka

Rasulullah saw bersumpah tiga kali dan menyatakan bahwa seseorang tidaklah beriman manakala tetangganya tidak merasa aman darinya. Sabdanya, ”Demi Allah, ia tidaklah beriman, demi Allah, ia tidaklah beriman, demi Allah, ia tidaklah beriman. Para sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, Yaitu seseorang, di mana tetangganya tidak mendapatkan keamanan darinya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)

3. Mengajarkan Amanah

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman " Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.." (Qs. AnNisa:58)

4. Mengajarkan untuk Mengucapkan Salam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

5. Mengajarkan Berbicara yang Baik saja

Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari)

6. Mengajarkan Tidak Memanggil dengan Julukan yang Dibenci

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ”…Dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar buruk.” (Al Hujurat: 11).

Akhlak yang baik, setelah bimbingan dan taufik Allah subhanahu wata'ala, merupakan buah kesungguhan usaha anak- anak kita untuk melatih diri mereka dengan berbagai sifat terpuji. Juga merupakan hasil dari jihad yang mereka lakukan tanpa henti dan tak kenal lelah dalam memerangi segala perangai, tabiat dan sifat buruk yang mungkin muncul dalam diri mereka sendiri.

Pendidikan seperti inilah yang menjadi wasiat dan warisan yang baik, bahkan saat nanti kita telah tiada sekalipun. Dan wasiat baik ini adalah lebih dari sekedar harta atau perhiasan dunia.


sumber : syahidah/voa-islam.com, dalam
http://annisaku.multiply.com/journal


Senin, 31 Oktober 2011

Novel-Modern-Klasik : Botchan


BOTCHAN, merupakan judul novel modern-klasik dari pengarang terkenal Jepang, Natsume Soseki. Botchan sendiri, sesungguhny adalah panggilan sopan untuk anak laki-laki, serupa dengan sapaan “tuan muda”, namun dengan kedekatan dan nuansa kasih sayang di dalamnya. Oia, mengapa disebut novel modern-klasik, awalnya tidak saya gagas, pokoknya asal cumut dan baca saja. Memang isinya sangat klasik dan mungkin kesannya lebih ke arah terlalu tradisional baik untuk latar waktu maupun latar tempat novel tersebut. Bahkan ada adegan dimana sang tokoh utama setiap saat saling berkirim surat dengan Kiyo, pengasuhnya dulu sewaktu ia kecil. Saya pikir, mengapa tidak pakai sms ke Handphone atau email saja biar lebih cepat, bahkan chating juga lebih menyenangkan.

Sampai suatu ketika, setelah katam membacanya, saya sempatkan baca juga biografi pengarang (sesuatu yang jarang saya lakukan, hehe..) Daaan.., binggo!! akhirnya saya temukan alasan mengapa buku ini disebut novel modern-klasik. Ternyata, novel ini ditulis oleh Natsume sekitar 1 abad lebih 6 tahun yang lalu, alias tahun 1905. Sesuatu yang sungguh tak saya sadari sewaktu hanyut membacanya, bahkan sampai tamat sekalipun. Mungkin benar apa yang dituliskan di sampul belakang novel terbitan Gramedia ini : “..sangat populer dikalangan tua dan muda di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang banyak dibaca di Jepang modern..” Bagaimanakah kisahnya? Berikut sedikit sinopsisnya..!!

Karakter Botchan dkk


by Reza Putra :

“alasan kenapa aku tidak punya solusi adalah karena aku terlalu jujur. Tapi cobalah pikir. Kalau orang jujur tidak bisa menang di dunia ini, siapa lagi yang bisa..?”
(Botchan)

Novel ini berkisah tentang pemberontakan sang-Botchan (dari awal hingga akhir cerita, pengarang tak pernah menyebutkan siapakah nama asli Botchan), seorang guru muda terhadap suatu “sistem” di sebuah sekolah desa. Keputusan Botchan meninggalkan Tokyo dan Kiyo sang pengasuh setianya ke desa terpencil ternyata menjadi titik balik baginya untuk bisa menatap nilai-nilai moral kehidupan. Sifat Botchan yang keras kepala, apa adanya, dan blak-blakan ini ternyata tidak sesuai dengan tabiat penduduk, murid-murid, maupun guru terutama Kepala Sekolah di desa tersebut. Hal inilah yang menyebabkan ia dipermainkan dan sering mengalami konflik kecil yang tak kunjung selesai karena sikap tidak mau mengalahnya.

Satu hal yang patut di contoh dari Botchan, meski dengan sifat-sifat buruknya tersebut, ia adalah seorang pemegang teguh prinsip kejujuran. Kejujuran yang seringkali menyulitkannya namun membuatnya bisa setegar karang. Hal inilah yang menyebabkan ia memutuskan membererontak terhadap sistem sekolah yang penuh kebohongan dan manipulasi yang didalangi oleh si Tanuki dan si Kemeja Merah (sebutan Botchan untuk Kepala Sekolah dan Kepala Guru di sekolah desa tersebut). Keputusan yang terkesan terlalu berani dan tak lazim dilakukan oleh seorang guru baru. Namun, tindakan Botchan ini dipandang benar oleh Hotta, alias si Landak, guru Matematika senior di desa itu, sehingga ia pun akhirnya memutuskan untuk membantu Botchan.

Meski harus berkutat dengan sifat-sifat pengecut dan penuh kebohongan dari murid-muridnya dan terutama si Tanuki dan Kemeja Merah, Botchan juga harus berjuang ekstra keras karena ia memiliki satu impian untuk bisa membahagiakan Kiyo, yang telah mengasuh dan menjadi orang tuanya semenjak kecil. Botchan yang pernah mengalami masalah di masa kecilnya, karena belaian kasih sayang Kiyo-lah ia mampu menyadari pentingnya cinta. Botchan yang bahkan tak menangis saat orang tuanya meninggal pun, bisa merasa begitu rindu kepada Kiyo yang hanya pengasuhnya. Inilah yang menjadikan Botchan ingin menepati janjinya pada Kiyo, meski sekedar membelikan kudapan manis dari Echigo.

Jadi, bagaimanakah nasib Botchan selanjutnya? Berhasilkah ia dan Hotta mengubah sistem sekolah yang penuh kebohongan tersebut? Dan akankah Botchan mampu membahagiakan Kiyo, si pengasuh sejatinya? So, temukan jawabannya pada novel modern-klasik ini..!!


Komentar saya : saya setuju dg pendapat penerjemah : "memang tidak ada yang istimewa pada genre ceritanya, tapi membacanya setidaknya anda akan merasakan aroma satra Jepang, sekaligus aroma musim panasnya di era klasik terdahulu..". Dan saya belajar banyak dari Botchan ini, terutama tentang prinsip kejujuran yang bagaimanapun juga harus dipertahankan meski dengan keras kepala..

Sukron, semoga bermaanfaat ^_^!!


Tips Meraih Kebiasaan Positif


Kebiasaan merupakan sesuatu yang sulit diubah,meskipun bisa diarahkan kepada hal-hal yang lebih baik dan berguna. Namun, faktanya hamper setiap orang sulit untuk mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan yang mengakar lama, kecuali dengan usaha, kerja keras, mujahadah, dan pengorbanan ekstra berat.

Orang yang sudah terbiasa bangun setelah matahari bersinar terang akan sulit untuk bangun sebelum sang surya muncul di ufuk timur. Orang yang sudah kecanduan merokok, akan sulit sekali meninggalkan kebiasaannya. Mungkin baginya, lebih baik tidak makan nasi asalkan bisa merokok. Nah, kalau kalian punya kebiasaan buruk dan ingin mengubahnya, minimal mengarahkannya kepada jalur yang benar dan baik, kamu bisa mencoba tips berikut ini :


1.. Tetapkan Tujuan Target

Orang yang memiliki keinginan kuat adalah orang yang mengetahui tujuan dan target kerjanya. Orang yang memiliki tujuan dalam hidupnyatidak akan pernah tersesat dalam menempuh belantara kehidupan ini. Setiap langkah kakinya diarahkan sesuai dengan rencana dan target yang sudah tercetak di benaknya. Setiap kali kakinya hendak menyimpang dari jalan yang dituju maka dengan tangkas ia menariknya kembali ke jalur yang benar. Karena itu, tujuan sangat penting untuk menguabh suatu kebiasaan dari yang buruk menjadi baik.


2.. Jadikan Tujuan Kamu Bernilai Tinggi

Jika suatu tujuan bernilai tinggi, dorongan untuk merealisasikannya akan semakin besar. Tujuan yang tinggi ibarat puncak gunung. Orang yang ingin sampai ke puncak pasti akan berusaha sekuat tenaga dan bersemangat untuk mencapainya. Ia tidak akan berleha-leha dan patah semangat sebelum sampai ke puncak. Sebaliknya, jika tujuannya hanya hal-hal yang sepele dan remah, maka otomatis dorongan untuk meraihnya juga kecil. Untuk itu, pancangkan tujuan yang tinggi dan mulia pada diri kamu, sehingga kamu memiliki bara semangat yang terus menyala, membakar dirimu untuk terus berusaha mencapai tujuan tersebut.


3.. Ingatlah bahwa tujuan dan target yang besar hanya dapat diciptakan oleh orang yang berjiwa besar. Dan tujuan yang tinggu dengan sendirinya akan mengatur dan menata segala aktivitas pencetusnya.


4.. Carilah pekerjaan yang membuat kamu lebih berprestasi dan istimewa dibandingkan teman-teman yang lain.


5.. Pahamilah diri kamu sendiri. Memahami diri sendiri adalah separuh perjuangan, sedangkan kesuksesan mencapai target adalah sisanya.


6.. Percayalah kepada diri sendiri. Dalam setiap waktu, selalu mintalah pertolongan kepada Allah SWT dan jangan sampai terjadi kondisi dimana kamu merasa lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa.


7.. Ingatlah dengan baik bahwa kuatnya keinginan adalah hasil dari kepribadian yang tertata rapi.


8.. Bersiap-siaplah untuk sabar.Kebiasaan-kebiasaan baru tidak akan mungkin muncul dalam satu hari.Butuh proses panjang.


9.. Jangan sampai meredam obsesi kamu untuk mencapai tingkat kesempurnaan hanya karena kegagalan yang menimpamu. Yang terpenting adalah, dalam setiap saat tentukan apa yang kiranya bisa kamu lakukan, dan mulailah untuk melaksanakannya.


10.. Jangan sampai kamu berkeinginan untuk mendapakan pujian dari orang lain. Yakinlah, orang lain tidak akan puas sebelum kamu memang betul-betul sukses dalam usaha kamu.


11.. Dalam melaksanakan setiap tugas dan pekerjaan, usahakan utuk membagi cabang-cabang kerja dengan cermat dan mulailanh melaksanakan cabang-cabang tersebut dengan baik.


12.. Berkosentrasilah dengan satu pertanyaan, “Bagaimana agar saya bisa lebih baik daripada keadaan seperti ini?”


13.. Kamu tidak perlu menyesal atas hal-hal yang sudah lewat apabila kamu merencanakan hal-hal yang lebih baik untuk yang akan datang.

InsayaAllah dengan upaya melaksankan tips-tips di atas, kebiasaan kamu akan menjadi positif dan mendatangkan manfaat bagi diri kamu sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Oke, selamat mengubah kebiasaanmu menjadi lebih baik..!!


sumber : Nurdin, Ali. 2009. 35 Jurus Anti Mati Gaya. Surakarta: Afra Publsihing


Selasa, 25 Oktober 2011

Belajar dari Komik Jepang


Percaya tidak percaya, salah satu hobi “paling” favorit saya adalah membaca buku KOMIK, baik komik buku (yang pertama kali saya beli 10 tahun lalu pun masih sering tak baca, meski sampe lupuk sekalipun) apalagi komik online yang sekarang lagi bertebaran di langit Google (hohoho.., inilah sebab mengapa saya betah nge-net). Sadar bahwa usia saya sudah beranjak dewasa (ciee..ciee.., saya masih remaja ding kawan-kawan, hehe...), bukannya menghindari yang namanya komik, tapi ke-kreatif-an di kalbu ini akhirnya mendorong saya untuk mencari-cari alibi demi me’legal’kan yang namanya baca komik, salah satunya lewat postingan yang satu ini.

Yups.., treat ini semata untuk menunjukan bahwa membaca komik itu bisa mendewasakan (eee.., ingat..!! ini cuma alibi penulis lho, jangan dimasukan dalam hati) tentunya dengan syarat kita bisa mengambil dan meresapi hikmah di dalamnya. Sengaja saya kasih judul “belajar dari komik” karena memang kali kita akan belajar mencari ilmu dari komik. Akan saya tunjukkan berbagai scane komik, yang memang saya sukai karena banyak mengandung (bukan ‘hamil’ lho ya..!!) hikmah dan sarat akan makna.

Sebenarnya, hampir di semua komik berbagai tipe memiliki alur cerita yang unik dengan sisi psikologis yang ‘pasti ada' dan selalu tampil menakjubkan. Hal inilah yang terkadang membuat saya jadi bertanya-tanya : apa jangan-jangan ada psikolog di balik semua ini? apa mungkin mereka bekas klien psikolog? apakah mungkin semua pengarang komik punya psikolog pribadi? dan apakah kelak saya bisa menjadi seorang psikolog? (maaf, yang terakhir tidak nyambung, tapi mohon diamini saja inggih, hehe..). Apapun itu, so, langsung saja ya, this is it…!!



  1. Liar Game Root A

Treat ini saya buka dengan komik bergenre psikologi (bener lho, secara tersirat dan tersurat memang tema-nya psikologi) yang bahkan telah dibuat edisi movie-nya di Jepang (alhamdulillah sampai Final Stage nya sdh sya liat, hehe..^^). Liar Game, kisah tentang seorang bernama Sinichi Akiyama, seorang sarjana Fakultas Psikologi yang terlibat dalam permainan ‘Liar’ alias game penuh kebohongan. Namun, scane ini bukan inti ceritanya (kisah aslinya panjang banget), tapi hanya beberapa bagian dari cerita uniknya.

Berkisah tentang, Akiyama dengan seorang yang sudah sepuh bernama Prof. Okabe, seorang professor dari bidang psikologi criminal yang sangat disegani dan ditakuti karena susah lulusnya klo ngambil makul-nya sang prof ini (di psikologi UMS-pun ada prof yang sperti ini, tapi sya akui beliau tak hanya cerdas, tp juga seseorang dg penuh filosofi, saluut pokoknya..!! -ya Allah, semoga saya lulus makul beliau-).

Bermula dari keberhasilan Akiyama lulus dari ujian professor yang begitu rumit, namun yang dia dapatkan bukan kelulusan semata melainkan sebuah fakta menarik tentang professor yang satu ini. Bagi Akiyama, professor yang mengatakan bahwa profling yang rumit, tak akan pernah bisa dibandingkan dengan pentingnya berhubungan dengan orang lain nyatanya ia pandang lebih mampu memahami manusia drpada yang orang lain pikirkan. Kekaguman inilah yang membuat Akiyama melepas tawaran pekerjaannya dan memilih melanjutkan studi pasca sarjana bersama Prof. Okabe.

Berikut scane selengkapnya (klik u/ memperbesar gambar) :


nasihat sang prof 1

nasihat sang prof 2


nasihat sang prof 3


pengumuman kelulusan yg tak diduga-duga

bahagia yg tak disangka-sangka

pengakuan Akiyama 1


pengakuan Akiyama 2


hikmah :

"..pendidik yang baik ialah pendidik yang memahami dan mampu memahamkan apa yang ia ajarkan kepada anak didiknya. Pendidik yang baik ialah pendidik yang bisa menjadikan anak didik-nya selalu bersemangat untuk terus menempuh pendidikan. Dan pendidik yang baik, ialah pendidik yang dikagumi dan disegani lantaran kebijaksanaan ilmu dan akhlaknya. Yups, seperti itulah seharusnya pendidik.."


to be continue.. (sukron, semoga bermanfaat..!! ^^)


Sabtu, 22 Oktober 2011

Belajar dari ke-”Indah”-han Sang Kamboja


Foto di atas saya ambil hari ini, 22 okt ’11 di kebun (tolong bedakan dengan ”kebon” yg identik sama wit gedhang + pocongan ya.., pikirkan saja taman bunga yang indah, hehe..) di depan rumah saya. Tapi.., adakah dari anda yang tahu nama kembang ini..??

Yups.., inilah sang Adenium atau lebih dikenal dengan nama Kamboja Jepang. Memiliki nama latin Adenium obesum (meski depannya sama2 pake ”obes” tp bukan sedulurnya obes-itas lho ya..!!?), kamboja ini juga sering disebut sebagai Desert Rose atau Mawar Padang Pasir (hmm.., nama yang cukup keren). Meski ada unsur Jepang-nya, asal bunga ini ternyata dari Asia Barat dan Afrika yang nyatanya jauh dari Jepang (lah kok..!!?).

Ciri-cirinya, akar adenium bisa membesar seperti umbi, berguna sebagai tempat menyimpan air cadangan disaat kekeringan. Akar yang membesar ini klo dimunculkan diatas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai. Sedangkan bunga adenium berbentuk seperti terompet, berkelopak 5, dengan aneka ragam warna sesuai dengan jenis (varietasnya) masing-masing. Contohnya seperti foto dibawah ini.

Sik..sik..bentar..!! mohon maap sebelumnya kawan-kawan, apa yang akan kita bahas terkait kamboja kali ini sebenarnya bukanlah all about tumbuhan ini, bukan nama latinnya yang keren, bukan bunganya yang indah mempesona, bukan warna pink-nya yang menawan hati, bukan pula asal-usulnya kok bisa dinamakan kamboja Jepang, bukan kamboja Solo saja (emang ngapain harus Solo..?? hmm.., ntahlah), but, kali ini kita kan belajar dari salah satu makhluk Allah swt yang istimewa ini. Belajar apaan ya..???

Langsung saja..!! Adenium obesum berjuluk Rose Desert bukan tanpa alasan. Karena memang tumbuhan ini ber-kembang (maksudnya tumbuh bunga) pada saat suasana kering. Berbeda dengan kebanyakan tumbuhan yang akan sekarat saat kering dan tiada air, kamboja ini malah akan berbunga ria dengan begitu indahnya, inilah keajaiban ciptaan Allah SWT. Ditengah kekeringan & suasana panas yang melanda beberapa bulan ini, entah pagi, malam, apalagi siang yang naudzubillah panasnya, walau sebenarnya kemarin hujan sempat membasahi tanah (kebetulan juga membasahi tubuh saya yang lagi ngebut2-tan mau ke kampus.. -_-!!), adenium ini justru mampu tumbuh dengan sempurna, menjadi fenomena yang ”indah” untuk dinikmati diantara segala kegersangan alam.

Yups, disinilah kita bisa belajar dari mereka. Ada kalanya kita ditimpa panasnya kegundahan (ataw bahasa gaulnya keGALAUan..!!) hati yang sangat dahsyat, kita dilanda dengan kecemasan, kelelahan fisik dan mental, bahkan rasa duka yang mendalam. Namun, jika kita bisa belajar dari sang kamboja, mungkin kita t’akan larut terus menerus dalam keterpurukan, bahkan mampu untuk selalu berbunga ria, yakni menjadi ”indah” ditengah-tengah badai kesakitan. Menjadi ”indah” untuk dirinya sendiri, bahkan ”indah” untuk orang lain. Penyejuk sekaligus penghibur hati diri dan orang lain.

(tapi.., mungkinkah..??) Tak mudah memang, tapi yakinlah bisa..!!! Ya.., walau seletih apapun hati dan pikiran mu hari ini, seperih apapun yang engkau hadapi hari ini, setidaknya tersenyumlah. Dalam tekanan galau-mu, coba pikirkanlah kenangan-kenangan terbaik dan ter”indah”-mu, lalu barang sedetik saja, ikhlaslah tersenyum, senyum yang mungkin menjadi paling ”indah” yang pernah kau berikan untuk hatimu sendiri. Senyum yang mampu membangkitkan kembali ghairah perjuanganmu. Dan akan lebih baik lagi, jika engkau mampu membagikan senyum ”indah” itu, kepada hati-hati gundah nan galau di sampingmu. Yups.., kesimpulannya: jadilah seperti kamboja kawan..!! ”Indah” diantara kesakitannya, dan selalu saja, bisa meng ”indah” kan kehidupan di sekitarnya.

Ok..!! Demikianlah, salah satu pelajaran yang bisa kita dapat dari kebesaran Allah di alam. Terimakasih kamboja hari ini engkau telah mengajariku banyak hal, and terimakasih ya Robb, karena Engkau telah ciptakan kamboja yang karenanya kami bisa belajar banyak tentang kehidupan. Baiklah..!! Saatnya kembali semangaaaat..!!!!

~Sukron khair telah membaca yg sederhana ini.., semoga bermanfaat.. ^_^~



NB (ndak penting sebenarnya, tapi klo sempat silakan dibaca.. ^_^) :
~Beberapa menit setelah saya selesai menulis ini, tiba2 sja turun hujan sangat deras. Sempat oglangan 1jam-an & terjadi kebocoran di beberapa bagian. Tapi, alhamdulillah ya!! (waduh sesuatu kie..!!) walau beberapa saat saja, hilang deh panasnya. Ternyata e.. ternyata kawan, HARAPAN itu masih dan akan selalu ada. Percayalah..!!! Percayalah..!!!