"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Senin, 21 November 2011

Senyum Ikhlas = Umur Berkualitas


Sudah lama suatu kebahagiaan dilambangkan dengan tertawa atau senyum. Diyakini bahwa senyum dapat menarik ion-ion dan energi positif ke dalam tubuh, senyawa-senyawa yang penting sebagai sumber kekuatan tubuh pun dapat dihasilkan dari hati yang riang dan senyuman.

Telah lama manusia menyadari bahwa senyum adalah suatu hal yang sangat berguna bagi manusia karena didalam senyum mengandung kebahagiaan, bahkan pemerintah Jepang telah menerapkan suatu terapi senyum dan juga wajib senyum di negara sakura ini dan manfaatnya luar biasa, pekerjaan para karyawan cepat terpecahkan dan tingkat stress menjadi lebih kecil, bahkan dapat memperpanjang umur manusia.

Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup. Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua. Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier. Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman.

Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).

Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan, 184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori “tanpa senyum” hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun. Di antara kelompok “senyum parsial", harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang "senyumnya paling lebar" memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang jarang senyum.

Riset juga menemukan bahwa “senyuman palsu” tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles. Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut. Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur.


sumber : infokomputer.com


Minggu, 20 November 2011

Hati adalah Panglima (Be New You_Part 1)


Bicara tentang manusia baru, tentu nggak akan lepas dari masalah hati. Iya dong. Menurut Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumidin mengatakan, bahwa hati mengandung tiga pengertian

Pertama

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hati adalah segumpal daging yang di dalamnya ada lubang dan di dalam lubang itu ada darah hitam (dalam ilmu kedokteran disebut liver)

Kedua

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hati adalah sesuatu yang halus (lathifah) dan bersifat ketuhanan (rabbaniyah)

Ketiga

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hati adalah nafs yang di dalamnya terhimpun dalam berbagai jenisnya. Ada yang disebut nafs mutmainah (diri atau jiwa yang tenang, misalnya jiwa yang suka berdzikir, bawaannya serius tapi santai, memiliki jiwa yang lapang, sabar, penuh kasih, pemaaf, dan sebagainya).

Namun ada yang disebut nafs lawwamah (jiwa yang mencela, misalnya dikit-dikit mengeluh, menghina orang lain, cemberut, jutek, dan sebagainya), dan yang paling buruk adalah nafs ammarah bissuu’l (jiwa yang selalu menurut kepada yang jahat, misalnya dengki, suka memfitnah, merusak, dan sebaginya). Nah, kondisi hati itulah yang akan mempengaruhi diri kita secara keseluruhan.


Wah, ngeri juga, yaa? Ternyata kondisi hati akan membuat kita cenderung kepada kejahatan atau kebaikan. Ini dijelaskan oleh Kabir Helminski, penulis buku The Knowing Heart : A Sufi Path of Transformation yang mengatakan , bahwa bila hati dalam keadaan sadar (awakened) dan bersih (purifed) maka kapasitas terhadap kebaikan serta kedermawanannya menjadi tidak terkunci, alias selalu terbuka lebar. Hal ini melahirkan sifat-sifat ketinggian kemanusiaan kita. Masya Allah, boleh jadi itu sebabnya ya, ada orang yang selalu berprasangka baik, tidak cepat marah, dan cepat tersentuh kebaikan.

Ada pula yang begitu mudah marah seperti Andi dan kawan-kawannya yang sampai tega menumpahkan darah sesamanya atau seperti Wati yang putus asa dari rahmat Allah, sehingga mengambil jalan pintas untuk bunuh diri. Kamu mungkin sering membaca cerita, hanya gara-gara uang seribu perak, seseorang bisa berantem hingga bunuh-bunuhan. Atau ada kakak beradik yang nggak mau saling sapa hanya gara-gara rebutan pacar. Atau juga keluarga besar yang berantakan akibat berebut warisan. Tetangga teman saya malah pernah bacok-bacokan gara-gara warisan.

Menyedihkan ya, jika orang-orang telah diliputi dendam? Mereka adalah orang yang hatinya kurang bersih dan hatinya tidak tercerahkan oleh sifat-sifat ketuhanan (rabbaniyah) yang semestinya mereka miliki. Artinya, mereka akan memosisikan diri sebagai manusia-manusia jutek. Hidup bersama mereka, boro-boro dapat senyum manis, tidak dipelototi saja sudah alhamdulillah.


Sumber buku : Izzatul Jannah (
Eureka)_Be New You_Seri Pengembangan Pribadi Remaja



Psikologi Perkembangan : Masa Anak Akhir



PENGERTIAN

Masa anak akhir (Late childhood) berlangsung pada usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada masa awal dan masa akhir anak-anak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak. Masa ini merupakan tahap terpenting bagi anak-anak untuk mengembangkan aspek-aspek yang ada pada dirinya seperti aspek afektif, kognitif, psikomotorik, maupun aspek psikososial untuk menyongsong ke masa remaja.

Permulaan masa ana akhir ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu Sekolah Dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya, juga bagi yang pernah mengalami situasi Pra Sekolah. Sementara untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan bagi sebagian anak terasa sulit, karena kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang, anak mengalami gangguan emosional, sehingga sulit untuk dapat bekerja sama. Oleh karena itu, masuk kelas satu merupakan peristiwa penting yang sangat menentukan bagi perkembangan sosialnya sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, prilaku dan nilai bagi anak.

Tibanya masa anak akhir sulit untuk diketahui secara tepat kapan periode ini berakhir, karena kematangan seksual sebagai kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa anak-anak dan pubertas timbulnya tidak selalu sama pada setiap anak. Salah satu penyebabnya adalah karena perbedaan kematangan seksual. Secara umum anak perempuan masa anak akhir berlangsung antara usia 6 – 13 tahun, artinya memiliki rentang waktunya sekitar 7 tahun. Sedangkan bagi anak laki-laki berlangsung antara 6 – 16 tahun yang berarti memiliki rentang waktu sekitar 8 tahun.


CIRI-CIRI MASA ANAK AKHIR

1) Label yang digunakan oleh orang tua

Bagi banyak orang tua, masa anak akhir merupakan usia yang menyulitkan, suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya dibanding orang tua atau keluarga.

Juga merupakan usia tidak rapih, terutama untuk anak laki-laki yaitu cenderung acuh terhadap penampilan dan kamar yang berantakan, serta usia bertengkar, karena kerap terjadi pertengkaran yang membuat suasana rumah kurang menyenangkan.

2) Label yang digunakan untuk para pendidik

Para pendidik melabelkan akhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi, masa dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses yang akan dibawanya hingga mereka dewasa.

3) Label yang digunakan ahli psikologi

Bagi ahli psikologi, masa anak akhir adalah :

a.) usia berkelompok, yaitu keinginan untuk diterima oleh teman-teman sebayanya sebagai anggota kelompok

b.) usia penyesuaian diri, yaitu keinginan anak untuk menyesuaikan diri dengan peraturan atau standar yang sudah disetujui oleh kelompoknya

c.) usia kreatif, masa yang menentukan apakah anak akan menjadi konformis, pencipta sesuatu yang baru dan orisinil, serta kreatif atau sebaliknya.

d.) usia bermain, masa terjadinya tumpang tindih antara ciri bermain anak-anak yang lebih muda dengan anak-anak remaja sehingga memunculkan luasnya minat dan kegiatan bermain.


TUGAS PERKEMBANGAN ANAK AKHIR

Tugas perkembangan adalah kemampuan yang harus dikuasai oleh individu sesuai dengan tahap perkembangannya yang sedang dijalaninya. Tugas perkembangan disebut juga sebagai harapan sosial, yaitu ekspektasi atau harapan masyarakat pada individu untuk menampilkan tingkah laku tertentu adan menguasai keterampilan tertentu yang pada umumnya dikuasai oleh anak seusianya.

Kegagalan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan menyebabkan pola-pola perilaku yang tidak matang sehingga sulit diterima oleh teman-temannya yang telah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.

Dalam periode anak akhir, untuk memperoleh tempat di dalam kelompok sosial, anak harus mampu menyelesaikan berbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.

Penguasaan tugas –tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua seperti tahun-tahun prasekolah, namun penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru serta sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-temannya. Berikut adalah beberapa tugas perkembangan periode anak akhir :

>mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain

>belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya

>mulai mengembangkan peran sosial laki-laki dan perempuan dengan tepat

>mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk menulis, membaca, dan berhitung

>mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari

>mengembangkan hati nurani, pengetian moral dan tata nilai

>mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga

>mencapai kebebasan pribadi


sumber :
-Hurlock, Elizabeth B. 1980.
Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Jakarta : Penerbit Erlangga
-Santrock, John W. 1983.
Life Span Developmant (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta : Penerbit Erlangga
-Tugas Makul Perkembangan 1 UMS Fk. Psi 2010 (reza putra dkk)


Rabu, 16 November 2011

Be New You (suatu muqodimah)


EPISODE 1

Ari tertegun dengan gagang telepon masih dalam genggaman, raut wajahnya berangsung berubah merah padam, matanya pun memerah lalu, brak!! Gagang telepon itu dibantingnya dengan kasar. Lalu ia menangis sejadi-jadinya, bahkan meraung-raung. “Sebeel!!”

Ketika Kak Sinta melihat sepak terjang Ari, adiknya, ia bertanya, “Ada apa, Sayang?!” Ari tidak menjawab. Ia malah berlari sambil ngomel panjang pendek. “Mira berhasil menang, brengseek! Aku kalah lagi! Hiih, sialaaan! Padahal mestinya aku yang menang. Punyaku kan jauh lebih bagus! Uuughgh, Sebeeel!” Kak Sinta yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


EPISODE 2

Sementara itu, di jalanan terlihat Andi, remaja belasan tahun pulang sekolah berombongan bersama teman-temannya. Mereka membawa senjata tajam di tangan masin-masing.

Wajah mereka tampak beringas dan merah padam menahan amarah. Lalu semuanya berebutan masuk ke dalam sebuah bus kota. Sebuah teriakan terdengar garang, ”Serbuuu!!” Seperti dikomando, Andi dan teman-temannya bergerak serentak, menghajar, memukul, menganiaya, bahkan... membunuh, teman dari sekolah lain, hanya disebabkan saling pelotot satu sama lain.

Para remaja itu, kemudian turun dari bus kota seolah merasa tak berdosa. Mereka meninggalkan korbannya centang-perenang menahan lara.


EPISODE 3

Di sudut kamar, Wati tampak sangat putus asa. Ia menggenggam gelas berisi insektisida. Wah, bahaya nih!

Hik hik hik! Aku nggak bisa hidup tanpamu, Ndi... aku cinta kamu,” ujarnya meneteskan air mata. ”Apa gunanya aku hidup. Lebih baik aku mati saja...”

Mata Wati terpejam. Ia makin tergugu ketika dari rumah sebelah, terdengar lagu dangdut dari penyanyi kondang. (Hihihi, hafal juga ternyata...)

Putus lagi cintaku
putus lagi jalinan kasih
sayangku dengannya...

Du..du, makin nelangsalah si Wati yang diputus cinta Andi. Dunia mendadak pekat bak langit tak berbintang. Ia nekat nenggak racun itu. Tak lama, mulutnya berbusa dan ia pun meregang nyawa.


EPISODE 4

Sepasang kupu-kupu yang melintas di halaman sebuah masjid tertegun, ketika melihat sekelompok remaja tekun mendengar kuliah Ahad pagi.

”Senang sekali melihat anak muda bersemangat mencari ilmu seperti itu.”

”Iya, yuk kita doakan mereka, agar selalu dikasihi Allah, tuhan kita semua..”

Keduanya terbang setelah menyerbuki bunga-bungaan. Kebahagiaan sekelompok remaja itu telah mengimbas pada kupu-kupu yang asyik berdzikir.

Setelah pengajian berakhir, suara nasyid mengalun merdu di audio masjid.

Alangkah indahnya
Semesta dunia
Dihiasi cinta
Kasih sayang makhluknya...


So..?

Ilustrasi manakah yang mencerminkan dirimu? Tentu bukan yang pertama, kedua, apalagi yang ketiga kan? Eureka berharap ilustrasi terakhirlah yang terjadi. Hmmm, sebenarnya dari mana sih datangnya perasaan marah, sedih, iri, dan putus asa seperti yang dialami Ari, Andi, dan Wati? Juga perasaan tenang, bahagia, bangga, senang, dan juga cinta sekelompok remaja di dalam masjid itu?

Kenapa kita bisa merasa marah, sedih, suntuk, dan terkadang merasa gembira? Seperti apa sih sebenarnya kesedihan dan kesenangan yang benar itu? Wow, emang ada ya sedih dan senang yang nggak bener? Ya ada dong!!

So, biar kamu lebih ngeh, mari kita baca tuntas buku ini (isi buku insyAllah akan saya posting di episode selanjutnya_blogger^_^). Buku yang bakalan mengajak kamu merenung lebih dalam, untuk kemudian bersemangat buat menata diri secara lebih teratur, terarah, dan tentu lebih oke. Tentunya akan lebih uuueeeenak, jika segalanya serbatertata. Masa sih ada di antara kalian yang enggak seneng?

Coba kita buktiin yah, who have a gust! Menjadi manusia baru, yeaaah! Siapa takut?


bersambung..

NB : nama-nama diatas sesuai prolog di buku aslinya dan hanya fiktif belaka


Sumber buku : Izzatul Jannah (Eureka)_Be New You_Seri Pengembangan Pribadi Remaja


Minggu, 06 November 2011

Kau Cantik dari Dalam



Andi merasa ditipu dan bosan menikmati saat-saat berdua bersama istrinya setelah 5 bulan menjalani pernikahan. Berbeda dengan Ishaq, yang kelihatan seperti baru menikah seminggu yang lalu, dan selalu romantis bersama istrinya padahal umur pernikahannya telah mencapai 2 tahun. Jika dilihat dari umur pernikahan, sudah tidak masanya lagi mereka selalu kelihatan mesra apalagi telah memiliki buah hati.

Apa pasalnya? Menurut Andi, ia merasa telah dibohongi oleh istrinya, karena kecantikan yang selama ini (baca: sebelum menikah) hanya balutan kosmetik yang dilakukan saat mereka janjian ketemu dan pergi. Setelah menikah, ia tidak pernah menemukan kecantikan itu ketika berada dirumah, kecuali jika ada resepsi pernikahan. Sementara Ishaq, ia yang mengenal istrinya lewat saudara perempuannya bebarapa bulan menjelang pernikahan. Ketika bertemu, isterinya saat itu tidak memakai alat kosmetik kecuali yang biasa-biasa saja. Namun, yang membuat Ishaq semakin cinta pada istrinya setelah menikah selalu tampil rapi dan semakin cantik dibandingkan ketika ta'aruf yang terjadi sebelum pernikahan. Bahkan, yang membuatnya semakin sayang pada istrinya selalu bangun lebih awal dan ketika pulang kerja selalu menyambutnya dengan wajah yang indah dan berpakaian rapi.

Dalam mencari pasangan hidup, sudah lumrah laki-laki selalu mencari wanita yang cantik. Hal ini wajar, bahkan Islam sebagai agama yang mengetauhi apa yang diinginkan (hajât) umatnya menyuruh melalui lisan Rasulullâh Saw. untuk mencari wanita yang cantik. Sebagaimana beliau mengatakan: " Nikahilah perempuan itu karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama jika tidak engkau akan merugi ". Ini bukan sekedar ucapan saja, namun telah dibuktikan ketika al-Mughîrah bin Syu'bah ingin meminang seorang wanita, ia menceritakan hasrat hatinya kepada Rasulullâh Saw. kemudian beliau menyuruhnya untuk melihat wanita tersebut terlebih dahulu supaya terciptanya ketentraman.

Tepat sekali apa yang dikatakan seorang sastrawan, bahwa cantik itu wanita dan wanita itu cantik. Artinya, memang sudah menjadi fitrah wanita untuk selalu tampil menarik dan indah. Dalam menumbuhkan kecantikan terkadang para wanita selalu menggunakan pelbagai macam cara, ada yang dengan mengoperasi bagian dari tubuhnya supaya kelihatan semakin cantik, ada mengikuti latihan aerobik biar selalu kelihatan langsing dan indah, ada yang dengan melakukan kegiatan rutin ke salon, dan memperbanyak perhiasan untuk di pajang di tubuhnya dan bentuk-bentuk lainnya.

Islam sebagai agama yang tidak suka berfoya foya, dan selalu menjaga martabat wanita mempunyai ciri khas tersendiri bagaimana supaya pasangan hidupnya semakin cinta. karena, kecantikan yang alami dan bersifat bathin akan selalu terpancar sinarnya sekalipun tidak dihiasi dengan alat kosmetik. Berbeda dengan kecantikan lahir hanya akan bertahan sementara dan berakhir dengan mengecewakan. Seperti yang dialami Andi, merasa telah ditipu istrinya yang selalu menunjukkan kecantikan lahir selama ini, tapi tidak pernah memunculkan kecantikan bathin yang diharapkan setelah hidup bersama.

Bagaimana kecantikan bathin itu? Kecantikan bathin tidak membuat wanita harus mengeluarkan uang banyak, tidak membutuhkan aksesoris duniawi dan tidak mengharuskan wanita untuk keluar rumah. Hal itu, hanyalah kecantikan yang ditujukan untuk membuat suami betah dirumah dan selalu bahagia ketika memandang dirinya.

Kecantikan bathin hanya bersifat ke dalam dengan tujuan mengamalkan sunnah Rasulullâh Saw. Sebagaimana beliau mengatakan:sebaik-baik wanita jika kamu memandangnya dapat membuat senang, jika kamu menyuruhnya selalu taat, jika kamu memberinya (uang) akan menggunakannya untuk kebaikanmu, jika kamu pergi akan menjaga dirinya dan hartamu" (HR. An-Nasâî).

Kecantikan bathin hanyalah berupa perbuatan pebuatan kecil yang mampu membuat suami bertambah sayang dan Allah pun ridho kepadanya. Seperti yang dilakukan istri Ishaq, yang selalu membuatnya senang dan bahagia ketika berada dirumah. Setiap malam Ishaq selalu dibangunkan shalat malam, kalau sarapan selalu ditemani, tidak mengizinkan pembantu untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan suaminya dan terlebih istimewa lagi ketika pulang kerja selalu disambut dengan senyum tulusnya, yang mampu membuat Ishaq merasa tidak pernah lelah mencari nafkah hidup. Kecantikan bathin akan terwujud jika seorang wanita mampu memiliki tiga kecantikan utama:


>Kecantikan Jiwa (jamâl al-Rûh)

Seorang wanita yang memiliki kecantikan jiwa akan selalu melakukan sesuatu dengan niat karena Allah SWT, cintanya kepada suami hanyalah sebagai jalan untuk menggapai cinta Ilâhi. Dia siap menerima kekurangan yang ada pada suaminya, tidak pernah menuntut hal yang lebih dan selalu menggembirakan suaminya sekalipun sedang mengalami kesusahan. Wanita seperti ini tidak pernah "haus" pada dunia, selalu tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang di harapakannya di dunia ini serta berpegang pada janjiNya dalam surat Adh-dhuha {4} "Dan sesungguhnya Akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan".

Sifat inilah yang melekat pada Ummul mukminîn, Hajar, Khadijah, Aisyah, Asmâ' binti Abû Bakar dan wanita-wanita muslimah lainnya yang benar-benar mencari cinta Ilâhi. Kecantikan jiwa akan menimbulkan pancaran cahaya alami di wajah yang mampu membuat suami bahagia tanpa perlu diolesi dengan kosmetik mahal.


>Kecantikan Diri (jamâl al-Nafs)

Pada masa sahabat, ada seorang lelaki menceritakan kecantikan isterinya ketika sedang berkumpul dengan para sahabat. Dia menceritakan hal itu, karena bebarapa hari tidak pernah berkumpul dengan para sahabatnya, sehingga ketika bertemu mereka bertanya perihal dirinya. Dia menceritakan sifat isterinya: "ketika aku bersamanya terasa diri ini bagaikan tidak pernah mengalami kesusahan, perbuatannya selalu membuatku semakin jatuh cinta kepadanya, setiap hari aku lihat akhlaknya bertambah baik, tidak pernah menimbulkan kegelisahan, ketika pulang dari bekerja terasa hilang lelahku dikarenakan senyuman dan sambutannya yang begitu hangat, sekalipun kukatakan bahwa hari ini tidak mendapat hasil lebih baik dari kemarin, namun dia tetap tersenyum dan terus memberiku semangat. Keindahan yang diberikannya tanpa hiasan alal-alat kecantikan. Dia cantik dari dalam".

Kecantikan diri merupakan polesan kedua yang mampu membuat suami menjadi selalu betah dirumah dan tidak pernah merasa gelisah. Hal ini hanya membutuhkan sedikit pekerjaan tanpa harus keluar rumah, tidak menimbulkan fitnah dan mengeluarkan uang. Kecantikan hanya ditujukan untuk sang suami saja, tidak untuk yang lain.



>Kecantikan Akal (jamâl al-'Aql)

Apa hubungan kecantikan akal dengan "kecantikan dari dalam"? Untuk menjawab ini kita harus mengingat apa tujuan menciptakan kecantikan itu sendiri, tidak lain dan tidak bukan untuk menjadi isteri yang shalehah. Target ini akan tercapai jika seorang itu rajin membaca dan mencari infomasi, yang kedua-duanya merupakan "hidangan" akal. Jika seorang wanita rajin membaca buku-buku tentang bagaimana membina rumah tangga yang baik, menjadi isteri yang tidak pernah membuat hati suami kecewa dan selalu memberikan solusi ketika ia ada masalah, maka sangat lengkaplah gelar yang akan disandangnya, yaitu "dia cantik dari dalam". Karena, isteri yang shalehah tidak akan pernah menunjukkan kecantikannya kecuali untuk suaminya saja. Jika tenteram hati suami dengan kondisi dan sikapnya insya Allah ridho-Nya pun tidak akan pernah lepas dari dirinya.

Seorang isteri yang kecantikannya hanya ditujukan untuk suami saja, maka surga pun tidak jauh dari dirinya hanya tinggal meningkatkan amal ibadah yang lain. Karena, kedudukan suami hampir sama dengan kedudukan kedua orang tua ketika akad nikah telah dinyatakan sah. Maka, buat para muslimah yang ingin membentuk dirinya menjadi isteri yang "indah dari dalam", maka langkah yang harus ditempuh dari sekarang hanyalah banyak membaca dan mencari informasi serta menempah diri sekaligus bertekad akan menciptakan kecantikannya hanya untuk suaminya saja. Ayo...majulah para muslimah, pintu untuk menggapai cinta Ilâhi tidak akan pernah tertutup jika terus berusaha!.

*Penulis adalah mahasiswa universitas Al-Azhar kairo-Mesir, fak. Syariah Islamitah TK II

sumber : http://www.annisaku.multiply.com/journal


Jumat, 04 November 2011

Pendidikan Akhlak yang Baik, Warisan Terindah bagi Anak-anak Kita



..........Bagi orang tua, anak adalah penyejuk hati dan pelengkap jiwa yang tidak dapat terbeli oleh apapun. Anak juga merupakan titipan Allah subhanahu wa ta’ala yang wajib untuk dijaga,dibina dengan baik.

Maka, bersyukurlah bagi kita semua yang telah dipercayakan oleh Allah untuk memiliki sang buah hati. Namun jangan lalai dengan anugrah tersebut, karena pada akhirnya nanti, setiap kita pasti akan dimintai pertanggungan jawab tentang semua kesenangan yang telah allah amanahkan kepada kita. Hal ini sejalan dengan hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
(Muttafaqun ‘alaihi)


Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, berkata “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.

Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Disana sangat ditekankan bahwa pertanggung jawaban orang tua tentang pendidikan anak yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah adalah hal yang sangat luar biasa penting, agar mereka terbekali dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akherat.

Salah satu hal yang penting dari cabang pendidikan untuk anak kita adalah mengajarkan kepadanya tentang akhlak yang baik. Sebagai contoh, menyenangkan hati orang lain dan atau bahkan yang sesederhana sekalipun yaitu memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain.

Selain itu, hendaknya para orang tua, juga menekankan tentang pembelajaran sederhana bagi anak untuk membentuk karakter yang baik, lewat beberapa contoh teladan berikut ini.

1. Mengajarkan Kejujuran

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Mengajarkan Berbuat Baik pada Lingkungan Mereka

Rasulullah saw bersumpah tiga kali dan menyatakan bahwa seseorang tidaklah beriman manakala tetangganya tidak merasa aman darinya. Sabdanya, ”Demi Allah, ia tidaklah beriman, demi Allah, ia tidaklah beriman, demi Allah, ia tidaklah beriman. Para sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, Yaitu seseorang, di mana tetangganya tidak mendapatkan keamanan darinya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)

3. Mengajarkan Amanah

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman " Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.." (Qs. AnNisa:58)

4. Mengajarkan untuk Mengucapkan Salam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

5. Mengajarkan Berbicara yang Baik saja

Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari)

6. Mengajarkan Tidak Memanggil dengan Julukan yang Dibenci

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ”…Dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar buruk.” (Al Hujurat: 11).

Akhlak yang baik, setelah bimbingan dan taufik Allah subhanahu wata'ala, merupakan buah kesungguhan usaha anak- anak kita untuk melatih diri mereka dengan berbagai sifat terpuji. Juga merupakan hasil dari jihad yang mereka lakukan tanpa henti dan tak kenal lelah dalam memerangi segala perangai, tabiat dan sifat buruk yang mungkin muncul dalam diri mereka sendiri.

Pendidikan seperti inilah yang menjadi wasiat dan warisan yang baik, bahkan saat nanti kita telah tiada sekalipun. Dan wasiat baik ini adalah lebih dari sekedar harta atau perhiasan dunia.


sumber : syahidah/voa-islam.com, dalam
http://annisaku.multiply.com/journal