"Bismillahiraahmanirrahim.., Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yg ALIM, diperjuangkn oleh orang-orang yg IKHLAS, dan dimenangkan oleh orang orang yang PEMBERANI.."

Suka Blog Ini..?

Rabu, 25 Februari 2015

Tips Menghindari Begal Motor




Copas, tips yang mungkin bermanfaat di tengah marak-maraknya "begal motor" saat ini, dari teman di group WA :

 ****

Kemarin pulang touring, saat istirahat disebuah warung, sempat ngobrol dgn seorang bapak-bapak setengah baya supir truk..

Yang buat terkejut adalah bapak ini mantan begal motor saat mudanya namun insap karena punya istri dan anak..

Jaman dulu tahun 90an - awal 2000an beroperasi mulai parung sampai padalarang..

Bapak ini share type pengendara yang jadi sasaran adalah :
  1. Terlihat lemah, seperti orang yg ngantuk pulang kerja, gestur tubuh miring (seperti malas)
  2. Wanita, terutama wanita muda pekerja (selain motor, biasanya bawa uang)
  3. Mengendarai motor yang mainstream (agar mudah dijual, baik "bulet" maupun pretelan)
  4. Anak ABG (gak perlu kekerasan, dibentak saja langsung serahkan motor).
  5. Pengendara yang berjalan konstan, tidak berubah speed selama +/- 5 menit.

Beliau jg share cara agar tdk mudah menjadi mangsa dari begal :
  1. Jangan terlihat lesu, kalau mengantuk lebih baik jangan jalan sendirian. Karena orang ngantuk biasanya tidak aware dengan situasi sekitar dan mudah ditaklukan.
  2. Jangan berkendara konstan. Begal biasanya agak berpikir jika calon mangsa terlihat lihay berkendara dan "senang bermain" dengan motornya.
  3. Selalu pakai spion. Begal suka sekali motor tanpa spion, agar mereka tdk terpantau saat hendak beraksi.
  4. Jangan biarkan motor dalam keadaan standar ting-ting. Begal lebih memilih motor yg standar daripada motor yang dimodif.. Alasannya selain mudah jualnya, juga tidak mudah dipantau dijalanan karena mainstream  (banyak yg sama/mirip)
  5. Begal asli tidak akan melukai korban kecuali korban melawan. Jika ada begal yang langsung main hantam atau sabet, biasanya ini adalah anggota genk motor atau penjahat baru.

Selain itu, cara menghindar jika dikejar begal adalah :
  1. Selalu pantau gerakan mereka melalui spion, jangan lepas konsen juga dari kondisi jalan didepan. Biasanya begal hapal kondisi medan mereka beraksi.
  2. Jangan pernah membiarkan mereka melewati motor kita. Kalau berani, pepet ban depannya dgn ban belakang kita, atau tendang ban depan atau bagian shock depan. Begal saat beraksi selalu full adrenaline, satu sentuhan keras bisa mempengaruhi kemampuan handling mereka.
  3. Jangan berikan ruang luas disamping. Selalu pepet dan jangan berikan ruang untuk mereka mengambil jarak.
  4. Jangan terpancing berhenti dikerumunan orang atau warung yg terlihat ramai, biasanya itu komplotan mereka juga yg menunggu. Sebaiknya cari Pos Polisi, pom bensin, Minimarket atau Komplek perumahan yg ada penjaga. Begal sangat menghindari lokasi-lokasi yang dimana kemungkinan ada CCTV.
  5. Posisikan badan membungkuk (gaya pembalap) agar mereka tdk mudah dalam memukul atau menebas, dan berkendara kencang dan zigzag.


Demikian yg saya bisa share, mudah-mudahan bisa berguna..




Senin, 16 Februari 2015

"Sang Nabi ﷺ"




by : Ust. Salim A Fillah


Sekenal apa kita pada Sang #Nabi ? Mohon izin merangkum beberapa sifat beliau dari hadits-hadits dalam Asy Syamail karya Imam At Tirmidzi: 


****

1. Perawakan Sang #Nabi tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tak bulat, bukan pula persegi.

2. Kulit Sang #Nabi cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, digerai ketika sepapak daun telinga. Dahi beliau lebar.

3. Alis Sang #Nabi
melengkung panjang, tebal, & nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah kala beliau marah.

4. Bola mata Sang #Nabi
indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya memancar cahaya. Dua pipinya datar.

5. Janggut Sang #Nabi
menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, dari selanya memancar cahaya.

6. Dari bawah janggut Sang #Nabi
menggalur ke bawah bebulu halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya.

7. Leher Sang #Nabi
jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya nan bidang. Jarak antara kedua bahu lebar. Persendiannya kokoh.

8. Lengan Sang #Nabi
panjang, tapak tangan lebar & tebal, jemarinya ramping. Telapak kaki beliau cekung, halus hingga airpun tak menempel.

9. Sang #Nabi
berjalan dengan langkah kaki lebar, begitu langsam seolah menuruni bukit, tubuh beliau ikut berguncang anggun tiap langkah.

10. Bila menoleh, #Sang Nabi
berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding mendangak, melihat dengan sepenuh perhatian.

11. Dulu #Nabi
suka menyisir rambut ke belakang mirip Ahli Kitab. Saat nyata keingkaran mereka, beliau selisihi dengan menyisir belahnya.

12. Sang #Nabi
suka meminyaki rambutnya. Kata Anas, uban beliau nan kurang dari 20 helai jadi tersamar. Beliau gemar merapikan janggutnya.

13. Sang #Nabi
menyukai celak itsmid yang beliau gunakan menjelang tidurnya. Tiga kali untuk kanan & kiri; sejuk & menumbuhkan bulu mata.

14. Di antara pakaian kesukaan Sang #Nabi
adalah gamis yang putih, hibarah merah buatan Yaman, & baju sampir 2 helai warna hijau & hitam.

15. Sang #Nabi
berminyak wangi di seluruh tubuhnya. Istri beliau mengoleskan di sekujur badan, lalu beliau sendiri harumkan bagian ‘aurat.

16. Jari manis Sang #Nabi
dilingkari cincin perak bermata batu hitam Habasyah, ditulisi “Muhammad Rasul Allah”; dilepas jika ke Peturasan.

17. Sang #Nabi
menyimpan selalu selimut Khadijah; kenangan menenangkan saat beliau terguncang wahyu pertama, & di dalamnya beliau diseru.

18. Sang #Nabi
gesit berolahraga lari. Kadang bersama istri. Kadang anak-anak kecil; beliau lombakan siapa dulu yang mampu tangkap beliau.

19. #Nabi
suka minum susu dari wadah yang sama dengan istrinya, ditepatkan di bekas bibirnya. Anggur, zaitun, & buah lain; segigit berdua.

20. Tidur Sang #Nabi
tidak tengkurap. Jika miring berbantal tapak tangan, kaki disilang. Jika telentang, kaki kanan diletak di atas kiri.

21. Kadang dalam renung khusyu’, Sang #Nabi
duduk dengan 1 lutut diangkat menempel perut. Suka bersandar bantal, tapi bukan di saat makan.

22. #Nabi
suka mandi bersama & bercanda bermain air dengan istri-istrinya, bahkan pada Saudah nan tua. Usia tak menghalangi kemesraan itu.

23. Penutup kepala kesayangan #Nabi
ialah surban hitam, dikenakan dengan ujung menjatuh di pundak. Sandalnya bertali dua dari kulit hewan.

24. Makanan kesukaan #Nabi
-yang jarang beliau nikmati- adalah paha kambing. Camilannya hais; campuran kurma rendam, kismis, & susu masam.

25. #Nabi
yang penuh cinta memberi nama bebarang miliknya; dari perkakas rumah-tangga, bejana, gelas, kuda, unta, keledai, pedang, tombak.

26. #Nabi
makan roti dari tepung utuh tak diayak (dulu dianggap rendah; kini sehat berserat), lauknya garam, minyak zaitun, cuka, & labu.

27. #Nabi
tak pernah mencela makanan. Jika menyukainya, beliau memakannya penuh syukur. Jika tidak suka, beliau cukup diam tanpa komentar.

28. #Nabi
mengerjakan sendiri segala urusan rumahtangga yang beliau bisa; menambal baju sobek, menjahit sandal rusak, hingga memerah susu.

29. #Nabi
amat suka bersiwak bersih gigi; saat hendak shalat, hendak tilawah, hendak menemui tamu/sahabat, juga tiap kali menjumpai istri.

30. #Nabi
tak pernah jijik pada istri yang sedang haidh (seperti kebiasaan Arab & Yahudi); beliau tetap bermesra, hanya menghindari jima’.

31. Saat ‘Aisyah haidh, #Nabi
bersandar di pangkuannya sambil tilawah; atau meletakkan kepala di antara kaki ‘Aisyah, tidur dalam hangat.

32. Bahkan tuk shalat malam, #Nabi
minta izin pada istri nan lagi bersama di ranjang; “Apa kau ridha jika malam ini aku menghadap Rabbku?

33. Karena sempitnya kamar #Nabi
, tahajjud beliau menghadap ‘Aisyah berbaring. Jika hendak sujud, diisyarati kaki sang istri agar ditekuk.

34. Sang #Nabi
amatlah pemalu, lebih tersipu dibanding gadis dalam pingitannya. Tak pernah terbahak, hanya senyum tulusnya semanis madu.

35. Sang #Nabi
tak suka diistimewakan. Jika berbagi peran di perjalanan beliau selalu mencari peluang berkontribusi; hatta menyiapkan api.

36. Jika dihadapkan pada pilihan, Sang #Nabi
selalu mengambil hal yang ringan & mudah; selama ia tak jatuh pada apa yang dilarang Allah.

37. “Tak pernah kulihat”, kata Anas, “#Nabi
marah atau membalas laku buruk atas diri beliau. Beliau marah jika Allah & agamaNya dinista.”

38. “Pernah 3 x hilal berlalu”, ujar ‘Aisyah, “Tiada nyala api di rumah kami.” Apa penyambung hidup #Nabi
?, tanya ‘Urwah. “Kurma & air .”

39. Kelembutan Sang #Nabi
tak terhalangi & tak menghalangi ibadahnya. Umamah binti Abil ‘Ash, sang cucu, sering digendong dalam shalatnya.

40. Al Husain naik ke punggung #Nabi
saat sujud. Beliau tak bangkit hingga Al Husain puas bermain. Nanti, beliau minta maaf pada hadirin.

41. Saat para cucu jadikan #Nabi
kuda-kudaan, merangkak kian-kemari, kata Abu Hurairah, “Tunggangan kalian paling mulia di langit & bumi”.

42. #Nabi
lalu tersenyum bersabda, "Pun penunggangnya, adalah yang terbaik." Ya Allah, curahi kami rahmatMu tuk kelak bersamanya di surga.


****


*dari twit @salimafillah (12 Rabiul Awwal 1436 H)




sumber : di sini




Jumat, 06 Februari 2015

Socrates Triple Filter Tes




*Socrates adlh seorang Filsuf besar Yunani yg terkenal memiliki pengetahuan yg tinggi & sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu dgn Socrates & berkata..,

"Tahukah Anda apa yg saya dengar tentang teman Anda?", tanya seseorang itu.

"Tunggu sebentar,"  Socrates jawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, Saya akan memberikan suatu test sederhana yg disebut ‘Triple Filter Test’. Filter pertama, KEBENARAN. Apakah Anda yakin bahwa apa yg akan Anda katakan pada saya itu benar?"

"Tidak. Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu." jawab orang itu.

"Baik",  kata Socrates.  "Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yg ke 2. Filter ke 2, KEBAIKAN. Apakah yg akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang BAIK?"

"Tidak, malah sebaliknya", jawab orang itu.

"Jadi",  Socrates melanjutkan, "Anda akan menceritakan sesuatu yang BURUK tentang dia, tetapi anda tidak yakin apakah itu BENAR

Socrates melanjutkan, “berarti Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3. Filter ke 3, KEGUNAAN. Apakah yg akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu akan BERGUNA bagi saya?"

"Tidak, sama sekali tidak", jawab kembali orang itu.

"Jadi”, Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yg BELUM TENTU BENAR, BUKAN TENTANG KEBAIKAN, dan bahkan TIDAK BERGUNA bagi saya, MENGAPA Anda harus menceritakan itu kepada saya.??"

****

Sahabatku, demikianlah mengapa SOCRATES dianggap sebagai seorang Filsuf Besar & sangat terhormat. Sahabatku, gunakan TRIPLE FILTER TEST setiap kali kita MENDENGAR atau MENYAMPAIKAN sesuatu tentang Kawan Kita atau Orang Lain.

Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN yg Positif, tidak perlu kita Terima atau Dengar apalagi kita sampaikan kepada orang lain. 

Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, JANGAN SAMPAIKAN pada orang lain, dan JANGAN MENYEBARKAN FITNAH yang MENYAKITI Hati Orang Lain Karena Kita.

Inilah arti PERSAHABATAN yang bermartabat serta memiliki Nilai Tertinggi & Terhormat.




sumber : tausyah grup WA



Selasa, 03 Februari 2015

Kisah Mas Bro : Si Iyok Merapatkan Sof




Tersebutlah si Iyok, remaja paling..paling..palimg senior, sekaligus supporter bola fanatik ini, suatu ketika berbincang cukup serius dengan Mas Bro di pelataran Masjid.

Si Iyok: “Mas, caranya biar sof sholat kita ini bisa lurus, kakinya rapet-rapet gitu, gimana ya?”

Mas Bro: “Wah memang susah Yok. Apalagi yang bapak-bapak nih, kadang suka gengsi kalo kakinya kita tempelin, hehe.!!”, jawab Mas Bro sambil cengar-cengir (Mas Bro jawabnya yang serius dong -_-)

Si Iyok: “Padahal ya mas, namanya supporter itu, kalo lagi yel-yel, nyanyi-nyanyi, mesti saling merapat. Biar kompaknya kerasa. Kemarin aku juga habis nonton bola mas, kagum pada bisa kompak banget”, kata Si Iyok bersemangat.

Mas Bro: “Eh, terus hubungannya sama sof sholat apa Yok?”, Mas Bro jadi bingung (yaelah Mas Bro ‘lola’ alias loading lama nih, huuu..!! >_<)

Si Iyok: “Gini mas, yang cuman supporter bola aja bisa rapet-rapet barisnya. Nah kita? Kan ada hadisnya tho mas? Kalo kita disuruh meluruskan & merapatkan sof sholat? Karena itu bagian sempurnanya sholat. Gitu kok ya masih banyak yang ndak ngelakuin. Aku pas sholat tadi ya gitu mas, mau merapatkan sof, pas kakiku nyentuh kaki orang di samping ku, eh dianya malah sengaja minggir gitu. Yo aku sakit hati nho mas.!!”, ungkap Si Iyok lumayan emosi.

Mas Bro: “Haha..!! Tenang dulu Yok..sabar..sabar..!! Kalo itu mah ane juga sering ngalami. Niat kita baik, tapi balasannya dari orang lain tak sesuai harapan, hehe..!!”

Si Iyok: “Lha iya tho mas, emangnya kakiku kotor apa? Kalo bau sih kyaknya  iya, tapi kan ndak najis mas, lawong sudah wudzhu”, kata Si Iyok masih dongkol.

Mas Bro: “Hehe.., ya begitulah Yok. Yang namanya ngajak orang lain baik itu gampang-gampang susah. Tapi jujur,  emang lebih banyak susahnya sih”, jawab Mas Bro santai (walah Mas Bro kok ndak serius-serius juga sih..!?)

Si Iyok: “Apa gini mas, aku puny ide. Gimana kalau suatu saat remaja sholatnya ditelatin semua. Pas semua selesai sholat, ntar kita serempak masuk masjid, terus sholat di belakang sambil nempelin sof, biar jamaah lain pada lihat sholat yang bener seperti apa”, Si Iyok mengungkapkan ide gilanya (gileee lu ndro.., eh yok..!! ^_^)

Mas Bro: “Waaaaah terlalu itu Yok. Mosok sampai nelatin sholat segala. Ndak segitunya kaleee..!! Jatuhnya juga malah riya karena niat kita pamer sholat. Lagian kok kayak buat jamaah sholat tandingan aja, ada-ada saja dikau, hehe..!!”

Si Iyok: “Duuh, lha terus gimana mas enak nya?”, Si Iyok mulai sensi karena usul gilanya ditolak.

Mas Bro: “Sik bentar..bentar, yang jelas Yok, kita sedniri juga ndak perlu Suudzon dulu”, jawab Mas Bro penuh kemisteriusan.

Si Iyok: “Suudzon gimana mas?”

Mas Bro: “Ya itu Yok, orang-orang yang enggan nempelin sof itu, bukan berarti mereka ndak mau lho. Bisa jadi karena mereka ndak ngerti aturan sof seperti apa, belum tau hadisnya, belum tau ilmunya, jadi sholatnya ndak sempurna gitu”, jawab Mas Bro.

Si Iyok: “O.. iya juga sih mas. Berarti kudu dikasih pengertian ya mas?”, Si Iyok akhirnya mulai ngeh sama pola pikirnya Mas Bro (ndak pa-pa Yok, Mas Bro memang sulit dipahami kok, hehe..)

Mas Bro: “Nah itu dia masalahnya Yok. Ngasih pengertian itu susaaah bingiit. Apalagi kalau remaja ngasih tau ke bapak-bapak, bahasa & cara ngomongnya kan udah beda tuh, kalau ngasih taunya ndak pas dikiranya kita “ngeGurui” & ujung-ujungnya dianggap sok tahu..”, Mas Bro member pengertia pada Si Iyok.

Si Iyok: “Haha.. sampe pakai bingit. Tapi ya iya sih mas. Ngobrol sama teman gampang, tapi kalau bicara sama orangtua kudu ati-ati, ada unggah-ungguhnya ”, jawab Si Iyok manggut-manggut

Mas Bro: “That’s right. Itu dia yang tak maksud”

Si Iyok: “Terus mas, solusinya gimana?, tanya Si Iyok penuh keheranan.

Mas Bro: “Nah, berhubung kita sudah lumayan paham masalah sof, brarti tinggal cari orang yang mudah dikasih tau, tapi pakai cara kita, cara ala remaja masjid, cara ala elu sendiri Yok, hehe..!!

Si Iyok: “Wah Mas Bro i bingung aku, emangnya siapa yang bisa kita kasih tau mas?, Si Iyok mulai garuk-garuk kaki (eh.., biasanya yang digaruk kepala kan ya.!!?)

Mas Bro: “Duh tadi kan sudah diobrolin. Yang gampang kita kasih tau siapa emangnya?”, jawab mas Bro (wah Mas Bro ini diajak ngobrol serius kok malah maen tebak-tebakan gini.. -_-)

Si Iyok: “Ya temen-temen remaja kan mas?”, tebak Si Iyok.

Mas Bro: “Lha itu dia.!! Ane yakin nih belum semua temen-temen kita gerakan sholatnya bagus. Daripada repot ngasih tau bapak-bapak, yang belom tentu berhasil juga, mending energi kita dihabisin dulu buat ngajarin temen-temen remaja, juga skalian adek-adek TPQ tentang cara sholat yang baik dan benar. Gitu lebih simple & insyaAllah lebih sesuai sama kapasitas kita Yok”, jawab Mas Bro mantap (cie..cie.. mantaps bingit nih Mas Bro..!! ^_^)

Si Iyok: “O…gitu ya. Setuuj mas..setuju aku”

Mas Bro: “Siiip..!!”

Si Iyok: “Kalau jamaah yang lain, bapak-bapak atau ibu-ibu gimana mas?”, Si Iyok rupanya masih heran.

Mas Bro: “Nah, kalau itu lewat pengajian bisa Yok. Berhubung jamaah kita ini sregep banget sama pengajian, kapan-kapan bisa tuh kita usulkan ke Takmir untuk adakan pengajian khusus, dengan materi tata cara gerakan sholat yang baik & benar. Kalau pakai cara itu, yah sedikit banyak insyaAllah ilmunya bisa tersampaikan ke jamaah lah”, Mas Bro kembali menjawab dengan mantap.

Si Iyok: “Iya mas, mending gitu ya daripada kita langsung yang ngasih tau, hehe..!! Lha terus pengajiannya kira-kira kapan mas?”, Si Iyok masih heran juga ternyata.

Mas Bro: “Eeem.., kapan ya?? Kapan ya.?? Wah kalau itu ane juga belum ada rencana i Yok, lawong dapet ide juga barusan tadi, haha..!!”

Si Iyok: “Yaaa elah maas, tak kira..”, Si Iyok kelihatan kecewa berat (sabar ya Yok, mas Bro emang orangnya gitu, hihi.. ^_^)

Mas Bro: “Yaudah kapan-kapan kita rapat boleh, yang penting tetep semangat ngasih tau & ngasih contoh ke temen-temen dulu perkara sof sholat ini”

Si Iyok: “Oke Mas Bro, siap..!!!”

Dan seperti itulah akhir percakapan dua insan awam ini di serambi masjid. Sesi obrolan ba’da ashar yang hanya 1.5 jam tadi, ternyata sukses menghasilkan beberapa bintik solusi dan mimpi yang suatu saat siap diwujudkan. Yah meski Mas Bro terlalu banyak cengar-cengir (emang kebiasaan nih Mas Bro..!! -_-), alhamdulillah-nya Si Iyok pun akhirnya bisa memahami apa inti dari percakapan mereka. Okelah klo begitu, semangat terus Mas Bro & Si Iyok, semoga mimpi-mimpi untuk rapatnya sof kaum muslimin bisa segera terwujud. Amin Ya Rabb..!! ^_^